Minggu, 07 Januari 2018

MENJADI SEORANG AYAH

Mejadi seorang  ayah

Orang sering memberikan ucapan selamat menjadi seorang ayah ketika ia mempunyai seorang anak atau anaknya  telah lahir, namun menjadi seorang ayah bukanlah  soal mudah, kenapa demikian? Ternyata  menjadi seorang ayah adalah anda  harus bisa  menjadi contoh atau figure  bapak kepada anak anaknya, kalau seorang ayah salah dalam mendidik anaknya maka akan berdampak terhadap perilaku dari anak tersebut,  sehingga kita sering mendengar istilah anak jaman now, perilakunya aneh, egoisme dan suka kekerasan.

Bagaimana kalau anak anda tidak mendengar anda? Apa yang akan anda lakukan? Apakah anda akan memukulnya? Memarahinya? Atau anda akan memeberikan nasihat kepadanya? Sulit sekali untuk bisa menahan egoisme seorang ayah, kadangkala sifat emosi lebih mendominasi dalam mendidik anak anaknya, padahal membentak anak atau memarahinya  secara berulang ulang akang sangat berdampak terhadap pertumbuhan otaknya. Memang teorinya demikian tetapi sulit untuk bisa mempraktekannya, padahal menjadi seorang ayah dibutuhkan komitment, pengorbanan dan kesabaran dalam membesarkan anaknya.

Menjadi seorang ayah harus ada sebuah  komintment dalam membesarkan anaknya, apapun resikonya, seorang ayah harus bisa bertahan dalam keadaan apapun, walapun ada hambatan dalam membesarkan anaknya, kita melihat ada begitu banyak anak  perempuan yang melacurkan dirinya kepada laki laki  hidung belang, mereka yang terlibat dalam prostitusi penyebabnya adalah  bukan  masalah ekonomi  semata melainkan   adalah ia kehilangan figure seorang ayah/bapak. Kenapa demikian ? karena fugsi ayah adalah memberikan rasa aman dan kasih sayang kepada anaknya, kalau hal ini hilang maka kekuatan terbesar dalam keluarga  akan hancur, dengan sendirinya anak anaknya akan memcari rasa aman di tempat lain.

Beberapa pendapat tentang menjadi seorang ayah:
Persiapan ketika anak beranjak dewasa. Sebagai ayah, anda harus tetap memantau dan mengawasi anak anda. Tahu sendiri kan, bagaimana pergaulan jaman sekarang ini. Kewajiban Anda sebagai ayah bukan hanya sebatas memberi uang jajan dan memberinya makanan dan pakaian. Tapi juga mendidiknya hingga ia dewasa, bahkan ketika anak Anda telah menikah dan mempunyai anak juga. Anda sebagai ayah masih tetap memiliki kewajiban dalam menasihati dan memberikan saran-saran agar kehidupan anak anda tetap berada di jalur yang benar. http://papapz.com/2013/04/24/persiapan-untuk-menjadi-seorang-ayah/

Peran Ayah Dalam Keluarga sebagai motivator sangatlah dibutuhkan oleh anak-anak. Terutama pada saat anak mengalami kendala/kesulitan, ayah lah yang bertugas untuk memberikan motivasi tersebut. Motivasi yang dituturkan oleh ayah akan sangat berpengaruh pada mental anak, bahkan motivasi tersebut dapat membuat anak kuat dalam menghadapi rintangan yang ada.
Tak sampai hanya disitu, Peran motivator juga diperlukan dalam sebuah tindakan, perbuatan, atau tingkah laku yang sekiranya dapat memberikan motivasi positif bagi anaknya. Ayah akan memberikan stimulus positif apabila ia tetap memuji sang anak telah melakukan hal terbaik apabila sang anak gagal memenuhi ekspektasi yang sedang ingin diraihnya.
Selain kepada sang anak, sang Ayah juga seorang motivator utama bagi sang istri. Istri selalu menjadikan suaminya tempat ia bersandar saat ia lelah. Dan, semua motivasi positif yang membangun bisa menjaga hubungan keluarga yang harmonis dan bahagia. (https://dosenpsikologi.com/peran-ayah-dalam-keluarga}

Menjadi seorang ayah adalah menjadi model untuk  anak anaknya  sehingga anaknya anaknya  berhasil dalam karakter  dan mempunyai masa depan yang baik dan nama orang tuanya akan di kenal di pintu pintu gerbang.

1 komentar: