Selasa, 03 Oktober 2017

NASIB TRAGIS SANG PENCUCI PAKAIAN


NASIB TRAGIS SANG PENCUCI PAKAIAN

Maaf,  cerita ini hanya hanyalan imajinasi penulis untuk mencoba  mendramatisir suatu keadaan mengenai orang yang mencari nafkah termasuk  orang dengan jasa pencuci pakaian. Dan tidak bermaksud untuk diskreditkan orang dengan nama dan frofesi tertentu.

Berasal dari kampung, dengan kondisi ekonomi yang  sangat terbatas, memaksa beta untuk hijrah ke kota ambon, orang bilang di ambon itu sudah sangat maju, orang orang dikampungku yang pernah ke ambon mereka bilang  di ambon sekarang ada jembatan merah putih, ada acc dan juga mcm. Cerita certia mereka menggugah perasaan keingintahuan beta untuk hitjrah ke ambon, pokoknya harus tinggal di ambon, apapun tantangannya  beta tetap harus ke ambon, mama dan papa jangan halangi beta untuk ke ambon, nona.e  tidak ada yang menghalangi kamu untuk ke ambon, cuman harus tahu bahwa di sana harus kerja keras untuk bisa makan dan dapat membiayai  tempat tinggal kamu sendiri, kalau mau tinggal dengan saudara harus bangun pagi  pagi untuk  kerja  termasuk membersihkan rumahnya. Begituhlah nasihat orang tua, kepada sang nona mince. Mince pung menyetujui nasihat tersebut.

Tepat hari kamis mince berangkat dari kampungnya menuju ambon dengan mengunakan transportasi laut, sambil  mengamati  hand phone jadul  merk NOKIA , mince pun menelpon saudaranya yang tinggal di ambon, ting tong, ting tong, prikitiu, halo, siapa ni,  woe takur, ini dengan beta mince, tolong jemput beta di pelabuhan tulehu dulu, oke, tunggu,e, 30 menit lagi beta sudah sampai. 30 menit kemudian takur sudah tiba, dan langsung membawa mince  ke tempat tinggal  saudaranya.  Hampir 3 bulan mince tinggal di rumah saudaranya, mince merasa kurang bebas gitu lho, kurang gaul gitu lho, merasa tidak bisa mandiri, mince  merasa ia kurang dewasa kalau tinggal di rumah saudaranya, akhirnya mince memberanikan diri untuk menyampaikan isi hatinya, isi kepalanya,om dan tante, sebelumnya beta minta  maaf, beta merasa sudah tidak bisa tinggal di rumah ini lagi, biar beta mandiri, alias makan sendiri, mansi sendiri, nain sendiri dan  beta harus mencari nafkah sendiri, ok mince, om dan tante tidak bisa menahan mince untuk  dapat hidup mandiri,  om dan tantenya   memberikan uang untuk dapat  membiayai kos dan hidupnya selama 2 bulan, sisanya mince harus membanting tulang alias kerja keras  bro.

Cari sana, cari sini akhirnya mince mendapatkan  kos kosan yang KSSS alias kos kosan sangat serdehana dan sengsara, sekarang mince tinggal mencari pekerjaan, maklum mince tidak kuliah, hanya berbekal rajin dan kerja keras mince menawarkan jasa  cuci pakaian, cuci sana cuci sini,  tampa sengaja mince ketemu sama maku yang menawarkan pakaiannya untuk di cuci, singkat cerita mereka semakin dekat dan  merekapun jatuh cinta. Mince hanya pingin dapat laki laki yang bisa menjadi suaminya, hmm, dan  dalam pandangan mince, maku sudah pas untuk bisa  menjadi pendamping hidupnya.

Malam minggu mereka ketemu di kos kosan, mulanya biasa saja, mereka saling curhat masa lalunya  masing masing, maku sudah mulai kapanasan, tangan maku mulai bergelirya, dengan sedikit stimulus dari kata romantic maku kepada mince,  tahukan bro,  wanita itu kan butuh rayuan pulau kelapa,  akhirnya mincepun takluk dalam dekan maku, mince, demikian kata maku, kalau kamu cinta dengan beta, ayo, buktikan cintamua, hmm, maksud mu maku? Buktikan seperti apa? Maku pun praktekkan  pembuktian cinyanya kepada mince.  Akhirnya mereka ada dalama cinta dan napsu yang membawa mereka dalam Dosa seksual.

Sio mama.e, orang tua di kampung ada tunggu tunggu kabar dari mince, sondor alias tidak ada kabar sama sekali dari mince. Orang tua tidak tahu bahwa mince sudah  hamil besar. Mince sudah sampaikan hal ini kepada maku, bahwa mince hamil, maku bilang, ah mungkin kamu hamil dengan laki laki lain, mince bilang, maku,e beta hanya tidur denga kamu, tidak ada laki laki yang lain. Maku tidak mau bertanggung jawab, dan suruh mince untuk menggugurkan bayinya.

9 bulan kemudian di kos kosan, sendiri dalam kesepian tiba tiba mince merasa perutnya   sakit sekali, akhirnya mince melahirkan seorang bayi mungkil dan tanpa di temani ole siapaun, mince merasa malu, putus asa, kecewa dengan semuanya, tidak ada yang peduli, merasa jijik terhadap dirinya sendiri, bahkan nyaris mau bunuh diri. Akhirnya  setelah melahirkan, dalam kebingungan, kecewa, putus asa, dan tidak tahu arah. Dimana maku, saat seperti ini, beta malu, Tuhan tolong beta jua.Tanpa berpikir panjang mince membuang bayi kecilnya,

BESOK HARINYA, AMBON GEMPAR,  BAYI SUDAH MENINGGAL DITEMUKAN DI SUNGAI DENGAN KONDISI YANG MENGENASKAN, SIO SIAPA YANG SALAH DARI SEMUA INI.

Pesan Moral: Jagalah Pergaulan anda, hidup ini penuh tantangan, percayalah bahwa Tuhan ada dalam setiap hidup mu.



0 komentar:

Posting Komentar