Kampung Ambon; Kisah Kelam Masa Lalu yang Masih Membekas

Cerita tentang Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat, menarik ditelisik kembali menyusul penggerebekan ratusan aparat kepolisian bersenjata lengkap

Sejarah Kota Ambon Masa Lalu

Kota Ambon punya sejarah panjang. Sudah lebih dari 400 tahun, kota berjuluk Amboina atau Ambon Manise ini, menjadi saksi sejarah peradaban manusia di Maluku.

Sisi Lain Tentang Ambon, 5 Fakta yang Perlu Diketahui

Sisi lain tentang Ambon yang mungkin perlu kita ketahui sebagai referensi jika ingin berkunjung ke Kota Ambon. Berikut 5 fakta unik tentang Ambon.

6 Realita yang Bikin Bangga Jadi Orang Ambon

Masih ada yang ingat penggalan lagu di atas berasal dari mana? Yep lagu daerah Ayo Mama itu asalnya memang dari Ambon, Ibukota Provinsi Maluku yang tak pernah berhenti memikat hati.

Cerita di Balik Sebutan Kampung Ambon

Kompleks Permata yang terletak di Kelurahan Kedaung, Kali Angke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, cukup populer dengan sebutan “Kampung Ambon”.

Kamis, 28 September 2017

“NAU NAU SATU KAPALA”


“NAU NAU SATU KAPALA”

Siang itu, seperti biasanya  MAKU  selalu ada di rumah kopi, baik siang ataupun malam, pas malam hari maku sudah sama  seperti paniki, biji mata tabuka lebar for ada dalam kelompok tukel ( alias bagadang)  Mereka selalu ada dalam kelompok diskusi dan kelompok batukel, mulai dari batukel ( bicara)  politik, isu isu hangat di bicarakan, pokonya  dari mana mulainya yang penting nyambung, tidak lupa ditemani kopi satu gelas plus pisang goreng panas panas, kopi satu gelas kental panas sampai menjadi dingin itulah tradisi penikmat kopi.  Pantas saja , maitua  telpon terus, mulai dari panggil bapa belum pulang lai ya? Maku dengan gesit bilang masih tempo ma, satu jam kemudian, telp bunyi lagi, mama  sudah tidak panggil Bapa lagi, tapi panggil dengan nama woe maku, belum pulang lagi kah? sabantar (sebentar) dulu mince, oke sedikit lagi pulang jua, sudah lat ni, satu jam kemudian telp bunyi, e, bukan lagi bapa, bukan lagi maku, tapi woe KASKADU se belum pulang lai ( terjemahannya seperti ini: woe kaskadu/kurap.e kamu belum pulang lagi yah). Itulah penikmat kopi, lupa diri, lupa maitu, lupa anak anak dan yang paling hot adalah juga lupa polo maitua.hehehe.

Kebetulan  siang itu mereka batukel tentang Pilkada Maluku,  dalam kelompok batukel ada maku, toton dan takur, kawan.e jangan bahas masalah nama yah, di ambon ini namanya aneh aneh? Oke bro,  kita tidak bahas masalah nama nama,  kita kembali topic tukel tadi, masalah Pilkada Maluku, maku bilang Pilkada Maluku hanya satu putaran, karena menurut maku, orang Maluku sudah bisa lihat  hasilnya, coba lihat jalan jalan mulus samua, kaya deng  kulit orang manado ( satu gambaran untuk membuat analogi jalan mulus)  gedung gedung baru muncul sana sini, katong lihat ambon ni su sama  deng Jakarta sah ( kita melihat ambon sudah sama dengan Jakarta saja) transportasi lancar, internet jelas, satu lagi katong bisa santai dan minum kopi ni.
Toton adalah PNS  tapi ia juga seperti PENGACARA  penganguran banyak acara kerjanya hanya tukel, persis sama dengan maku, padahal PNS tua, dengan pengalaman kerja hampir seantero pulau Yamdena , terlalu tua, saking tuannya, toton selalu ada di warung kopi,hehehe. Menurut data BPS, nah toton ada dalam kategori ini yakni “Setengah pengangguran” (underemployment) Adalah orang yang bekerja kurang dari jam kerja normal (35-40 jam per minggu), bekerja tetapi produktivitasnya rendah dan bekerja tidak sesuai antara keahlian dengan pekerjaannya (BPS, 2004:3). Data BPS tepat tu, banyak PNS yang nyantol di rumah KOPI, termasuk TOTON.

Toton tidak mau kalah  dengan maku, toton bilang batul maku, tapi coba lihat beta ni, sudah kerja bertahun tahun tapi gaji  tidak cukup, Maku menyela pembicaan toton, gaji kacil/kecil bagaimana? Ale kerja saja tarberes beres, datang absen selanjutnya masuk rumah kopi, pantasan satpol PP sering tangkap kamoran (kalian). Totonpun membalas dengan tertawa baterek hahahai, sambil mengatakan seng ada yang susah di republic ini ( tidak ada yang susah di Indonesia ni).

Takur  adalah laki laki  sadap, orang ambon sering memanggil  seseorang dengan sebutan tersebut karena  salalu sadap, alias minum sopi,  minum sopi sampai tarabe gargontong ( Minum sopi sampai  tergorokan terbuka lebar)  pokoknya sorong putus, malintang patah.  Takur mulai dengan pendapatnya, ia bilang, Maluku belum cukup maju, ia protes sama maku, tadi ale bilang ( tadi kamu bilang) di maluku jalan sudah mulus, sori  onco, jalan itu mulus pada saat tour de maluccas saja,  coba kalau seng tour de mollucas apakah pemerintah akan tambal jalan yang bolong bolong, mikir dong onco,
Sementara itu waktu sudah menunjukan pukul 10, malam para penikmat kopi sudah mulai pulang, tapi kelompok tukel maku,totondan takur masih sadap  batukel. Diskusi semkain hangat, semakin hot, semakin asyik, tiba – tiba…..

TIBA TIBA DARI PINTU DEPAN RUMAH KOPI, MUNCUL SESOSOK MAKLUK NYATA, DENGAN DASTER  BUNGA BUNGA DAN RAMBUT YANG TERURAI TIDAK KARUAN, DARI JAUH KURANG BEGITU KELIHATAN KARENA SILAUAN SINAR LAMPU RUMAH KOPI, SEMAKIN DEKAT, DAN SEMAKIN DEKAT TIBA TIBA TERDENGAR SUARA , “ WOE KASKADU, ABUNAFAS, KAMONG TUKEL APA SAMPAI JAM BAGINI ( KALIAN BICARA APA SAMPAI JAM BEGINI) BIKING DIRI SAMA DENG PROFESOR TOMBONG “ PADAHAL NAU NAU SATU KAPALA ( BUTA HURUF SATU KEPALA) PULANG SANA KACIL ADA MANANGIS MINTA SUSU. HAHAHAHAI



Rabu, 27 September 2017

TAKISU KAYA TIKUS TAGEPE ( TERJEPIT)


TAKISU KAYA TIKUS TAGEPE ( TERJEPIT)

Pada pesta ulang tahun mince yang 26 tahun,  mince merencanakan mengadakan pesta ulang tahun dengan membuat  sabuah ( orang di ambon bilang buat tenda untuk kegiatan kegiatan tertentu seperti  orang ulang tahun, sidi baru , orang menikah dan lainnya). Mince merasa di anugrahi satu tahun oleh Tuhan dengan bertambahnya usianya, sehingga ia, membuat pesta Ultah yang ke 26 tahun dengan mengundang semua teman temannya termasuk Maku.

Maku sudah lama menaruh hati untuk mince, sejak pandangan pertama di tempat jualan nasi kuning bagadang di suema, pandangan pertama itu, begitu kuat dan terngian ngian dalam ingatan maku, tersimpan dalam bingkai hati maku, apakah ini yang dinamakan jatuh CINTA.  Diam diam maku mengambil foto bak wartawan majalah bobo, jpret-jpret 2 kali foto, zoom 2 kali sehingga wajah mince sangat jelas di foto kamera Maku, bahkan maku  jadikan welpiper di layar depan HP Samsung, ini yang orang ambon bilang Maku ale jelas.e ( maku sangat jelas sekali).

Setiap malam maku, memandang foto mince, ado.e, sambil bernyanyi  oh Tuhan  ku cinta dia, sayang dia, rindu dia. Sayangnya  Mince tidak pernah tahu isi hatinya maku, isi perutnya maku, isi kepalanya maku,walaupun mince tahu, sesungguhnya maku ada taru hati untuk mince ( Sebenarnya mince tahu bahwa maku lagi suka sama mince). Ini  tentang cinta terpendam, cinta tersebunyi dan maku harus nembak mince dong?  Pagi itu, Maku kaget setengah mati, untung belum mati, setelah ia menerima undangan dari mince tentang perihal ulang tahun mince. Datang yah, maku, special juga untuk kamu tertanda mince.  Maku begitu gembira, sambil berlari riang, mencium undangan mince, oh, mince, oh mince,  beta akan  tembak lhu di pesta ulang tahun nanti. Ale (maksudnya mince) lihat saja nanti, sambil memukul dada maku, maku bilang bagini, beta laki laki perkasa, laki laki kabaresi, jangan panggil beta Maku lagi, kalau, mince seng takluk  dalam  dekapan cinta beta, hahaha, persil judul Film Beta Maluku, Kalau dong Tanya se sapa, maka ale jawab Beta Maluku ( kalau mereka Tanya kamu siapa, maka beta jawab Beta Maluku) Maku bilang begitu untuk dirinya sendiri, hmm, kita tunggu tanggal mainnya MAKU.

Tepat tanggal 26 agustus 2017 tepat jam tujuh malam, acarapun di mulai, lagu lagu ambon, mulai dari lagu mitha, sampai oma opa, lagu lagu ambon yang aneh aneh itu, semua taputar ( diputar) di acara ulang tahun mince, mince tunggu moment moment ini, waktu terus berjalan, tik tok tik tok, maku duduk takisu di sudut, jantong tapokul keras, terdengar bisikan dari teman maku, maku.e, ini peluang yang tepat sudah untuk ungkapkan perasaan ale ke mince ( ini adalah waktu yang tepat untuk menyatakan perasaanmu  cintmu ke mince). Maku takut, Tuheng.e ternyata maku bukan takut setan jerawat, bukan takut setan karibo, kuntilanak, atau takut ular, ternyata oh ternyata, MAKU takut menyampaikan cintanya kepada mince, padahal bola bola itu sudah terlihat ( maksudnya peluang peluang itu sudah terbuka lebar), akhirnya pesta pun usai mince gigi jari, mince takuasa menahan air mata, dan lari menuju kamar kesayangnya, prak, pintu tertutup, langsung di tempat tidur manangis, karena maku malu untuk tembak mince, sementara itu  Maku sementara duduk takisu (terjepit) tiba tiba terdengar suara dari belakang, Maku.e “ALE TAKISU KAYA TIKUS TAGEPE saja.e, panako parapuang ( pengecut terhadap perempuan) padahal kalau satu sloki masuk di gargontong maku, tuheng.e, maku pung mulut bakoco ( maksudnya stelah ada stimulus dari sopi maka maku beranikan diri untuk bicara) orang ambon bilang persis kaya professor Tombong gitu.

Istilah  ini banyak sekali kita dengar untuk orang yang sebenarnya pengecut atau tidak berani sehingga orang orang di ambon sering melontarkan istilah takisu kaya tikus tagepe ( terjemahannya terjepit seperti seekor tikus). Istilah ini  dapat di pakai untuk situasi apapun, dan tergantung situasi atau konteks.

Pesan Moral marilah jadi pemuda Maluku yang Kabaresi, berani dalam setiap hal yang positif dan membangun, tampil beda dan penuh percaya diri, jangan orang bilang ale Parsis kaya “TAKISU KAYA TIKUS TAGEPE”

Hmm, kalau orang Tanya kamu siapa? Maka, ale (kamu) bilang Beta MALUKU. Hahahai, tatawa baterek dolo, Anaka Maluku itu harus berani bro.

Selasa, 26 September 2017

TFAKREN


Tfakren

Penulis : Paulus Laratmase

Kata dasar Tfakren adalah Fakren yang artinya gotong royong dalam bahasa Yamdena, pulau terbesar di kabupaten Maluń∑u Tenggara Barat. Penambahan prefiks "T" pada kata dasar T-Fakren artinya : mari kita bekerja bersama = gotong royong.

Tfakren untuk generasi anak Tanimbar terutama yang berasal dari Yamdena, mungkin juga sudah banyak lupa kata ini. Maklum kurikulum pendidikan formal mewajibkan berbahasa Indonesia berdampak pada berkurangnya kecintaan menggunakan bahasa daerah dalam interaksi soaialnya.

Tfakren adalah sebuah ajakan tetapi juga imperatif sifatnya dalam tatanan kultur kehidupan bersama masyarakat adat Tanimbar. Tfakren memiliki makna sosial yang tinggi di kala dihubungkan dengan hidup kebersamaan dalam sebuah komunitas yang disebut kampung.

Tfakren = mari kita bergotong royong dalam sebuah kepentingan umum, dan bila seseorang tidak melibatkan diri dalam pekerjaan itu, ia merasa malau, ia bisa dikucilkan dari pergaulan sosial. Artinya Tfakren in se merupakan sebuah kewajiban karena di dalamnya juga ada sanksi sosial yang inheren dimaknai sebagai keharusan bagi semua warga.

Mungkinkah kata "Tfakren" masih relefan dalam dunia Tanimbarku sekarang? Semoga....
Biak, 19 September 2017
Paulus Laratmase

ONCO ATAU BONGSO


ONCO  ATAU BONGSO

Dimaluku ada panggilan panggilan tertentu yang menuju kepada esensi dari sebuah keakraban, misalnya  di tanimbar di panggil “IPAR”, sebenarnya  panggilan tersebut tidak merujuk kepada sebuah hubungan pernikahan saja tetapi lebih bersifat hubungan  keakraban. Tujuannya agar ada sebuah persahabatan antara orang dengan orang atau orang dengan kampung, atau kampung dengan kampung.

Dalam keluarga terdapat anak bongso, diurutkan sampai kepada anak yang terakhir maka dalam keluarga biasanya di panggil anak  bongso, bahkan setelah menikahpun, tetap akan di panggil dengan sebutan Mama Bongso, tetapi  hal ini sudah mulai berubah, tidak lagi melihat pada urut urutan anak dalam keluarga, lebih pada sebuah panggilan keakraban, hubungan dan pertemanan.

Dalam hubungan keakraban sebenarnya telah di bangun dengan sebutan Pela dan gandong, saya melihat hal ini lebih bersifat ikatan, atau komitment dalam persaudaraan, dan terbatas dalam hubungan antar pela dan gandong saja. Sejauh yang saya amati  hubungan antar sesama dalam kelompok social khususnya di Maluku sudah mulai terbuka lebar, salah satunya dengan panggilan ONCO atau bongso.

Saya penasaran juga nih dengan kata panggilan “ONCO”, karena sering mendengar panggilan ONCO setelah saya bertanya Tanya kepada beberapa orang  akhirnya saya mendapatkan jawabannya Onco adalah Bongso yang dalam bahasa pergaulan di perhalus dengan sebutan ONCO, artinya tidak sebatas pada arti  harafiah saja, yakni anak  bongso tetapi sudah lebih melebar kepada keakraban. 

Persahabatan itu adalah keindahan dalam hunbungan, kita bisa memanggil setiap orang dengan sebutan apa saja termasuk ONCO.  Seperti  beberapa kutipan indah tentang persahabatan:

  Keindahan persahabatan adalah bahwa kamu tahu kepada siapa kamu dapat mempercayakan rahasia. -    Albert Einstein

Persahabatan itu seumpama laut dan pasir, senantiasa bersama-sama menghadapi pecahan ombak, bersama-sama merasakan lelehan senja, dan saling melengkapi dari masa ke masa. - Aiman Bagea

 Bukan karena kurangnya cinta, tapi kurangnya persahabatan yang membuat pernikahan tidak bahagia. - Friedrich Nietzsche

 Persahabatan itu tidak terbuat dari sesuatu yang besar. Melainkan, dibangun dari hal-hal kecil yang kemudian saat dikumpulkan ternyata menjadi besar. - Tere Liye

 Jangan beli persahabatan dengan harta. Karena ia tidak akan kekal dan jangan beli cinta dengan harta karena suatu saat iapun akan berkhianat. - Jefri Al Buchori

    Burung punya sangkar, laba laba punya jaring, manusia punya persahabatan. - William Blake

Semua kutipan dan kata-kata tentang persahabatan di mulai dengan sebuah panggilan, nah untuk kamu yang mengaku Maluku mari kita ciptakan sebuah hubungan  dengan memulai panggilan yang sangat baik, dari penggilan ini menentukan identitas kita dalam hubungan.

Dari panggilan Onco atau bongso saya menemukan magna yang sebenarnya dari sebuah hubungan yaitu:
1.       Menjalin hubungan yang lebih baik dan terasa sudah seperti keluarga atau hubungan saudara
2.       Telah menciptakan sikap sopan dan santun sehingga ada rasa saling menghormati satu dengan yang lainnya.
3.       Menciptakan sebuah perdamaian lewat persahabatan, karena dengan hubungan yang baik maka terciptannya kerukunan dan kedamaian.

Nah mulai sekarang kita bisa memanggil onco, kecuali untuk mama atau papa, atau orang tua, ingat jangan panggil onco ya..