Minggu, 14 Mei 2017

PATTIMURA MUDA


PATTIMURA MUDA,

Sebuah diksi kata “Pattumura  muda “ dalam memberikan  spirit dalam  konteks perjuangan dengan menyebutnya generasi baru dan  pasca selesainya perjuangan pattimura, secara simbolis perjuangan masih  terus bergelorah, kita tidak lagi mengusir colonial, musuh rempah rempah, musuh hegomoni kekuasaan koloni.semuanya telah selesai, semuanya sudah berakhir. Bagaimanakah dengan perjuangan dan motivasi perjuangan Pattimura muda? Apa yang mereka kerjakan, apakah mereka dapat bersaing dalam konteks Globalisai? Pertanyaan pertanyaan tersebut sebagai bahan kritikan  terhadap Klaim pattimura muda.

200 tahun sudah sangat tua, hampir mendekati dengan sejarah amerika, hanya sebuah paradox dalam perkembangan dan pertumbuhan ekonomi, bukankan dari segi waktu harusnya sudah sangat tua. Dalam frasa sebuah lagu nusantara hal di kategori dengan lagu shadu, misalnya judul lagu “Nenek sudah tua,”giginya tinggal dua, dapat di pastikan hampir berumur 100 tahun, ini adalah analogi sederhana gambaran dari usia tua, matang dalam pengalaman hidup, mengerti strategi, paham sebuah strukutur, pakar dalam bidang informasi, namun kenapa tidak bisa menembus langit dengan memetik bintang?

Beberapa referensi dari internet ((sumber, https://id.wikipedia.org/wiki/Pattimura) saya tidak mendiskusi dari mana patimura berasal, sebagai referensi saya mencantumkan dua informasi berbeda, ingat bro bukan menjadi komsumsi perdebatan sejarah,Pattimura(atau Thomas Matulessy) (lahir di Haria, pulau Saparua, Maluku, 8 Juni 1783 – meninggal di Ambon, Maluku, 16 Desember 1817 pada umur 34 tahun), juga dikenal dengan nama Kapitan Pattimura adalah pahlawan Maluku dan merupakan Pahlawan nasional Indonesia.

Menurut buku biografi Pattimura versi pemerintah yang pertama kali terbit, M Sapija menulis, "Bahwa pahlawan Pattimura tergolong turunan bangsawan dan berasal dari Nusa Ina (Seram). Ayahnya yang bernama Antoni Mattulessy adalah anak dari Kasimiliali Pattimura Mattulessy. Yang terakhir ini adalah putra raja Sahulau. Sahulau merupakan nama orang di negeri yang terletak dalam sebuah teluk di Seram Selatan".

Namun berbeda dengan sejarawan Mansyur Suryanegara. Dia mengatakan dalam bukunya Api Sejarah bahwa Ahmad Lussy atau dalam bahasa Maluku disebut Mat Lussy, lahir di Hualoy, Seram Selatan (bukan Saparua seperti yang dikenal dalam sejarah versi pemerintah). Dia adalah bangsawan dari kerajaan Islam Sahulau, yang saat itu diperintah Sultan Abdurrahman. Raja ini dikenal pula dengan sebutan Sultan Kasimillah (Kazim Allah/Asisten Allah). Dalam bahasa Maluku disebut Kasimiliali. Namanya kini diabadikan untuk Universitas Pattimura dan Bandar Udara Pattimura di Ambon. (sumber, https://id.wikipedia.org/wiki/Pattimura)

Belanda sangat terusik karena mereka tidak bisa menangkap Pattimura, beberapa strategi sudah di RENCANAKAN  tetap saja tidak bisa menangkapnya, dalam beberapa literature yang saya  baca ternyata orang Maluku sangat kompak satu dalam tujuan, mestinya spririt 200 tahun lalu, sudah mengalami fregmentasi dalam konteks sebuah KERUKUNAN dan tolerasi saling membantu dan membangun negri  raja raja,

Berikut kutipan sejarah singkat terjadinya penagkapan PATTIMURA
“Belanda mengadakan sayembara untuk menangkap Kapitan Pattimura. Bagi yang bisa menangkap Kapitan Pattimura akan mendapat hadiah 1000 gulden. Kapitan Pattimura belum tertangkap juga. Belanda kemudian mengadakan serangan besar-besaran tanggal 15 Oktober 1817. Pada bulan November 1817, Kapitan Pattimura ditangkap Belanda. Pada tanggal 16 Desember 1817 Kapitan Pattimura dihukum gantung. Untuk menghormati jasa-jasanya pemerintah Republik Indonesia menetapkan Kapitan Pattimura sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.


Sejarah sudah berlalu, falsafah dan nilai nilai luhur dari perjuangan Patimura masih berlanjut, hari ini kita menyebutmya dengan kebangkitan Pattimura muda, orang Maluku bilang “ PELE PUTUS MALINTANG PATAH” artinya apa saja yang menjadi hambatan dalam sebuah pencapain cita cita dan tujuan Pembangunan kebangsaan Indonesia, bahkan muncul sebuah jawaban tegas dan lugas, misalnya Kalau orang Tanya, kamu dari mana? Maka se (kamu)  harus jawab Beta MALUKU, identitas Pattimura muda sudah sangat Jelski ( jelas sekali). Kalau ale ( kamu) bilang Beta ( saya) adalah Pattimura Muda tetapi masih MABO ( mabuk, atau masa bodo), minum takaruang ( sembarangan) sampai ON, alias MABUK TUMBAK ( mabuk tingkat tinggi) padahal hanya minum satu sloki, mabuknya satu kompi jangan coba coba bilang beta PATTIMURA MUDA.

Selamat hari Pattimura, PELE PUTUS MALINTANG PATAH,








0 komentar:

Posting Komentar