Minggu, 14 Mei 2017

ORANG SAUMLAKI MENYEBUTNYA"BATU PINTU"



Orang Saumlaki menyebutnya
" Batu Pintu"

Sebenarnya tidak terlihat berbentuk batu pintu, namun ada cela antara ujung desa olilit ( sekitar pasir panjang, batu tiga) dan pulau astubun, sehingga orang menyebutnya batu pintu, posisi cela ini sebagai jalur transportasi laut, berupa katintin ( motor tempel) atau long boat dan jalur ini lebih mudah sampai pada laut bagian timur, dan ingat untuk melewati batu pintu tersebut harus perhitungkan air pasang dan air surut,

Foto Petrus Peter Saiya. View bagian depan dari lokasi batu pintu arah bagian barat berhadapan dengan desa Lermatang dan pulau nustabun arah barat - selatan dengan desa Matakus. Jejeran pulau pulau tersebut seolah olah membentuk sebuah wadah raksasa, secara umum kita menyebutnya teluk Saumlaki. Jalur ini paling banyak di lalui kapal kapal dan jenis transportasi tradisional ( ketitin ).

Wao, pemandangan yang sangat indah, LUAR BIASa KaryaMu Tuhan.

Sekitar 1000 meter dari depan batu pintu, di situ terdapat skaru ( semacam bertumbuh karang, atau karang, batuan laut) terdapat jenis ikan karang, atau orang saumlaki menyebutnya ikan batu batu, misalnya ikan sekuda/sakuda, ikan gurara, ikan kulit pasir, ikan merah bulat, lebar dan ikan garopa/geropa.
Dalam tradisi para pemancing, mereka sudah melakukan pemetaan tempat atau spot dan sudah memberi nama pada spot spot tertentu, kalau spot yang saya maksudkan disini di beri nama skaru batu tiga atau depan batu pintu,

Foto Petrus Peter Saiya. Untuk toto, totokena, awa dan ipar yang mau tamasya sambil mancing saya rekomendasikan ada lokasi lokasi yang bagus ni, mulai dari desa lermatan, desa matakus, pasir panjang, pasir tiga, silakan datang sendiri, jangan lupa yah sewa long boatnya, hehehe, maklum belum ada transportasi resmi.
Setiap hari sabtu, kami mancing di sekitaran teluk saumlaki, maaf lagi musim timur tidak bisa jauh jauh, maklum perahunya kecil yang penting mancing mania, hehehe.

Tidak terasa matahari sudah mulai kembali ke peraduannya, seperi bola lampu pijar yang mulai redup menandakan malam akan muncul dengan membawa hasil yang melimpah,sayapun berguman, ini tempatnya, tandai tempat ini, biar kita tidak akan pernah lupa batu pintunya,

Bro, toto, totokena, awah, ipar, ipar malu, ipar dekat, nara, amo, eno, mas, bli, usi, tante, usi, om disinilah orang Saumlaki menyebutnya batu pintu.
By.AyaH BaRuCk
#sastraambon

0 komentar:

Posting Komentar