Rabu, 17 Mei 2017

KITA SEMUA BERSAUDARA


KITA SEMUA BERSAUDARA:

Konsep  kita bersaudara dalam konteks “PANCASILA” khususnya ( sila ke 3 Persatuan Indonesia)

“Kita semua bersaudara” bukanlah sebuah slogan semata tetapi magna tersebut lebih bersifat falsafah dari sebuah Negara pluralistic dimana ada beragam perbedaan, baik dari aspek social,budaya, adat, suku, kepercayaan dan kearifan local (local wisdom). Para pendiri Negara ini bersepakat dan memutuskan bahwa pluralistic adalah corak dari keperbedaan dalam kesatuan bangsa Indonesia sebagaimana di tuangkan dalam sila 3 yaitu “Persatuan Indonesia”  

berikut ini Arti dan Makna Sila Persatuan Indonesia
- Nasionalisme.
- Cinta bangsa dan tanah air.
- Menggalang persatuan dan kesatuan Indonesia.
- Menghilangkan penonjolan kekuatan atau kekuasaan, keturunan dan perbedaan warna kulit.
- Menumbuhkan rasa senasib dan sepenanggungan.

NASIONALISME:
Nasionalisme adalah suatu sikap politik dari masyarakat suatu bangsa yang mempunyai kesamaan kebudayaan, dan wilayah serta kesamaan cita-cita dan tujuan, dengan demikian masyarakat suatu bangsa tersebut merasakan adanya kesetiaan yang mendalam terhadap bangsa itu sendiri.

Negara amerika adalah Negara yang besar, kita sering menontong film film  produksi holywood dimana di perlihatkan bendera amerika di pasang pada depan rumah mereka  bahkan di kantor dan sekolah, hal ini menunjukan jati diri mereka terhadap nasionilme yang begitu kuat, berbeda dengan indoonesia, pemasangan bendera serta umbul umbul pada saat moment moment tertentu misalnya pada hari  hari besar yaitu hari “ KEMERDEKAAN INDONESIA” kemudian ada himbauan dari Pemerintah, seolah olah nasionalisme kita muncul pada acara acara tertentu saja. Memang hal  tersebut tidaklah  salah, nasionilme adalah penjabaran dari rasa cinta terhadap bangsa dan Negara sehingga munculah kecintaan tersebut dalam slogan kita semua bersaudara.

Berikut ini  pernyataan  dari Bapak President jokowi mengenai kita semua bersaudara:

"Karena kita semua bersaudara, marilah kita saling tolong menolong, saling bantu membantu, saling hormat menghormati, saling menghargai, saling melindungi dan saling mengayomi di antara kita. Karena kita sebetulnya adalah saudara, saudara sebangsa dan saudara se-Tanah Air. Jangan lupakan itu," ucapnya, seperti dituturkan Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.  Sumber: http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/16/12/27/oiu4ys368-harga-sembako-tak-turun-usai-natal)

Dari ungkapan President Jokowi "Karena kita semua bersaudara” kita perlu memaknai konsep “kita bersaudara” adalah diwujudkan dalam sikap aktualisasi dan hubungan antara social, misalnya saling membantu dan menghormati, jelas menunjukan tidak ada diskriminasi suku,agama,ras dan antagolongan sehingga terpupuk sebuah kesadaran nasionalisme yang lebih substansi, jadi nasionilsme adalah wujud dari kita semua bersaudara.

Dalam tradisi budaya di beberapa tempat diindonesia wujud kita semua bersaudara di jabarkan dalam tradisi budaya local, misalnya tradisi masohi dalam kehidupan budaya Maluku yang artinya adalah masohi/ma·so·hi/ n bentuk tolong-menolong (di Ambon); masori, spirit ini diseluruh Indonesia tetap sama hanya berbeda dalam istilah inilah aktualisasi dari  semua bersaudara.  

Selanjutnya ada istilah pela gandong yang artinya adalah suatu sistem hubungan sosial yang dikenal dalam masyarakat Maluku, berupa suatu perjanjian hubungan antara satu negeri (sebutan untuk kampung atau desa) dengan negeri lainnya, yang biasanya berada di pulau lain dan kadang juga menganut agama lain di Maluku (Bahasa Ambon: Tapele Tanjong). Biasanya satu negeri memiliki paling tidak satu atau dua Pela yang berbeda jenisnya. Sistem perjanjian pela ini diperkirakan telah dikenal atau telah ada sebagai bagian kearifan lokal masyarakat Maluku sebelum masa kedatangan bangsa-bangsa Eropa, terutama Portugis dan Belanda; dan digunakan untuk memperkuat pertahanan terhadap penyerangan bangsa Eropa yang pada waktu itu melakukan upaya monopoli rempah-rempah.

“Kita semua bersaudara” sudah menjadi rohnya dari budaya yang tersimpan dalam kearifan local,sangat tua bahkan sebelum para penjajah hadir di bumi Nusantara, pesan pesan yang disampaikan oleh petinggi negri ini adalah mengingatkan kita kembali bahwa dengan bersaudara kita bisa menciptakan kekuatan besar untuk memiliki rasa kepudilian seperti pada kutipan dari  majalah JAKARTA, KOMPAS.com — pada pilkada DKI Jakarta."Kita Semua Bersaudara". Begitulah pesan sederhana penuh makna dalam spanduk yang terpasang di pinggir jalan-jalan di wilayah  Pasar Rebo, Jakarta Timur. Indonesia kita jaga dengan terus berpegang tangan dan meyakini bahwa kita adalah saudara dan saling  melindungi.  Kalian sakit,  kami juga  sakit. ( Sumber http://www.dennysiregar.com/2016/10/kita-semua-bersaudara.html

- Cinta bangsa dan tanah air.
Cinta tanah air adalah perasaan yang timbul dari dalam hati sanubari seorang warga Negara, untuk mengabdi, memelihara, membela, melindungi tanah airnya dari segala ancaman dan gangguan.
Wujud dari sikap ini, dapat dilihat dari warga Negara Indonesia diaspora di luar negeri tetap mencintai Indonesia, menjaga tradisi tradisi Indonesia dan tetap ada dalam komunitas Indonesia, dan apabila Indonesia mengalami ganguan maka bukan saja orang Indonesia Nusantara berteriak membela Indonesia, semua orang Indonesia yang ada di seluruh duniapun merasakan keadaan yang sama, inilah yang disebut dengan “kita semua bersaudara”

Menghilangkan penonjolan kekuatan atau kekuasaan, keturunan dan perbedaan warna kulit
Kita  semua  saudara adalah merupakan suatu keutuhan dalam pluralisme didalamnya berbagai corak,  berbagai suku, berbagai agama dan antar golongan, bahkan corak dalam beragam makanan kita menyebutnya makanan Nusantara. Kita ini Indonesia dari sabang sampai merauke dari hitam sampai putih tidak ada perbedaan sehingga kitapun berani bermimpi seperti kata Martin Luther dengan perkataannya  yaitu “ I Have a Dream” berikut sekilas pernyataan tersebut:

"I Have a Dream" (Aku Memiliki Sebuah Mimpi) adalah pidato 17 menit oleh Martin Luther King, Jr. yang berisi seruan kesetaraan ras dan diakhirinya diskriminasi. Pidato yang disampaikannya dari tangga Lincoln Memorial di tengah berlangsungnya Pawai di Washington untuk Pekerjaan dan Kebebasan pada 28 Agustus 1963 adalah saat yang menentukan dalam sejarah Gerakan Hak-Hak Sipil Amerika.

Mestinya perbedaan apapun di nusantara ini tidak menjadikan kita berbeda termasuk perbedaan dalam politik dengan mengutip pernyataan President Jokowi yang menguatan wawasan kita semua bersaudara, berikut pernyataan tersebut:

“Perbedaan pilihan politik jangan sampai pecah belah persatuan. Kita ingat, kita semua bersaudara. Apapun hasilnya, siapapun yang terpilih, harus kita terima dengan lapang dada,” tuturnya. Jokowi mengatakan, meyakini Pilkada DKI Jakarta putaran kedua berjalan lancar dan akan menghasilkan pemimpin kota yang terbaik, dan tepercaya. Dia kembali menekankan ikatan persaudaraan antar warga Jakarta harus terjalin erat. (sumber: http://navigasinews.com/2017/04/19/jokowi-siapapun-yang-terpilih-kita-semua-bersaudara)

Di negeri tercinta dimana Kakiku berjejak dari padang ilalan sampai pada aspal yang kasar semuanya adalah kebebasan dalam Nusantara dengan berusaha menaiki bukit kemenangan disitulah sayapun memasang bendera “Kita Semua Saudara”

By.Ayah Baruch




0 komentar:

Posting Komentar