Selasa, 30 Mei 2017

FILOSOFI KUMBILI


FILOSOFI KUMBILI,

( Seni menanam Kumbili dalam Tradisi Tanimbar)

Kumbili adalah jenis tumbuhan yang berbuah di dalam tanah. Tumbuhan ini, jenis umbi yang tumbuh merambat dengan daun berwarna hijau. Buahnya menyerupai ubi jalar dengan ukuran sebesar kepalan tangan orang dewasa. Berwarna coklat muda dengan kulit tipis. Umbinya berwarna putih bersih dengan tekstur menyerupai ubi jalar dan rasa yang khas. Menanam tanaman kumbili tidak bisa ditanam sembarangan karena kumbili merupakan tanaman semusim yang hanya bisa ditanam 1 kali dalam 1 tahun. Tanaman kumbili hanya bisa ditanam sekitar bulan maret atau april setiap tahunnya. Apabila kumbili yang akan dibibitkan telah tumbuh tunas, itu berarti tanaman kumbili siap untuk disemai. Umur persemaian tanaman kumbili bisa mencapai 3 – 4 bulan. Kalau tunasnya sudah banyak, daunnya tebal dan agak keras, maka tanaman kumbili siap ditanam. Bibit yang dibutuhkan untuk menanam pembibitan kumbili adalah 200 Kg/ Ha.

Dalam Tradisi penanaman kumbili di tanimbar  mereka memisahkan bibit dan yang  bukan  bibit, sedangkan yang bibit pada bagian bawa sedikit rata, hal ini baik untuk di jadikan bibit dan bisa di komsumsi, dan kalau bentuknya pada ujung agak meruncing maka kumbili tersebut tidak bisa dijadikan bibit, bisa dimakan tetapi teksturnya agak keras dalam bahasa tanimbar  jenis ini dikenal dengan “NAKOF” Sedangkan jenis kumbili yang bisa di jadikan bibit selain bentuk pada bagian bawa agak sedikit rata dan  bentuknya sedikit kecil  dalam bahasa tanimbar di sebut ‘SAPKUKU’ dan dapat bertahan lama. Untuk menanam  Kumbili perlu disesuaikan dengan siklus dari musim dalam setahun, di tanimbar dikenal dengan musim Timur dan musim Barat, nah, untuk menanam kumbili di tanimbar biasanya dilakukan pada setiap musim penghujan antara bulan Januari dan Februari  sedangkan untuk  panen pada bulan  agustus atau September ( 4-5 bulan).

Dari kumbili ini kita dapat mengambil pelajaran tentang sebuah proses melahirkan pemimpin yang berkualitas  dengan kualitas terbaik, bahasa tanimbar menyebutnya “TRUMPUN”artinya tunas terbaik untuk menghasilkan kumbili selanjutnya. Padahal  proses untuk  mendapatkan hasil terbaik dari kumbili harus di tanam di tanah selanjutnya di butuhkan waktu sekitar 4-5 bulan selanjutnya akan dipanen, dari situlah akan di pisahkan yang berkualitas dan tidak berkualitas.

Jammes Garlow dalam bukunya” 21 hukum Kepemimpinan Sejati.” Menyebutkan.
Dalam kepemimpinan dibutuhkan seorang pemimpin yang dapat mengangkat pemimpin lainnya.  Anda dapat memahami bahwa seseorang menjadi pemimpin lebih banyak ditentukan oleh pemimpin lainnya daripada Karunia Alami dan Situasi Krisis.  Semuanya bermula dari atas, sedemikian tidak mungkin pengikut dapat mengembangkan kepemimpinan dan demikian pula program-program institusional.  Dibutuhkan seorang pemimpin untuk mengenal pemimpin lainnya, memperlihatkan pemimpin lainnya dan mengembangkan pemimpin lainnya.  Jammes Garlow melanjutkan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin harus ada Hukum Pengorbanan(18) “ Kepemimpinan akan berhasil setelah banyak melalui rintangan dan halangan serta banyak melalui kegagalan.  Semua kegagalan merupakan pengorbanan, dan ketika itu Anda harus siap dengan pengorbanan berikutnya.  Pengorbanan adalah Proses Berkelanjutan dan bukan suatu hal sekali bayar.  Ketika Anda siap menjadi Pemimpin maka Anda akan semakin kehilangan Hak Memikirkan Diri Sendiri dan semakin bertambahnya Tanggung Jawab.

Kita perlu menjadi bibit unggul  ( tunas, TRUMPUN) untuk menghasilkan sebuah kwalitas dari pemimpin harus ada sikap kerendahan hati dan harga yang harus dibayar.  John C Maxwell dalam bukunya 21 Menit Paling Bermakna dalam Hari-hari Pemimpin Sejati,” MEMBAYAR HARGA HARI INI DEMI SUKSES HARI ESOK” Tak ada sukses yang tanpa pengorbanan. Setiap organisasi itu unik, dan itu mengindikasikan berapa harga yang harus dibayarkan. Namun setiap pemimpin yang ingin membantu organisasinya harus bersedia membayar harganya untuk memastikan sukses yang langgeng.

Seperti kumbili yang melahirkan benih baru untuk melanjutkan benih yang lain, semoga bermanfaat bagi kita semua. Apakah anda seorang pemimpin? Sudahkah anda melahirkan pemimpin baru?

By.Ayah Baruch

0 komentar:

Posting Komentar