Kamis, 11 Mei 2017

BENARKAH CIMOT SUDAH BERUBAH


BENARKAH CIMOT SUDAH BERUBAH?
Sebuah Frasa hari- hari di ambon yang sering kita dengar misalnya   gaya      saja ( gaya sah) Frasa tersebut terasa aneh dan asing untuk orang di luar ambon maksudnya pun anda tidak paham atau mengerti, artinya adalah mau menunjukan kepada dunia bahwa inilah gue banget, misalnya contoh untuk istilah gaya saja, katakanlah cimot makan di direstoran mewah  padahal seng punya uang ( tidak punya uang).  artinya biar dilihat orang bawa ia punya banyak uang. Ets, bung etus, jangan salah menilai dulu, memangnya saya tidak bisa makan di restoran mewah ? Boleh bung, silakan makan saja. Mari kita mulai kisah cimot laki – laki yang mengalami perubahan hidup.
Sebut saja cimot, laki-laki dengan predikat Pengacara alias penganguran banyak acara, suka kerja sampai larut malam, tahu  tidak  maksud saya? Kerjanya hanya bergadang plus minum sopi dan kalau lapar makan mi rebus, nyaris masuk rumah sakit karena banyak makan mie rebus, kegiatannya pun  sampai pagi hari, kemudian dipagi hari cimotpun  tidur dan bangun jam dua belas siang, itupun karena poroh babunyi ( perut terasa kelaparan) setelah makan siang pekerjaan tidurpun dilanjutkan. Kalau makan siangnya  hanya lauknya ikan es ( semacam ikan merah kecil yang dieskan/dibekukan di jual apabila ikan lagi mahal) pasti cimot tidak mau makan, cimot bilang for dia punya mama,” mama tidak ada ikan lain lagi kah.” Kemudian mamanya membalas perkataan cimot dengan type orang ambon, woe cimot, se tahu kaseng inikan lagi musim hujan/ombak, orang seng jual ikan, pi makan saja di restoran mewah, biar makan enak-enak sana. ( maksudnya begini wahai cimot, engkau tahu atau tidak bahwa waktu inikan lagi musim hujan, orang tidak menjual ikan).
Terjadi perang teluk antara Cimot Versus Mama, cimot bilang sama mamanya, ma, kalau begitu kasih beta (saya)  uang untuk makan di restoran mewah, kemudian mamanya berpikir, oke silakan ambil biar tengah bulan katong makan bubur anteru-anteru  ( maksudnya ambil  uangnya cimot makan  saja di luar biar tengah bulan  kami makan bubur saja). Padahal cimot seng tahu bahwa hati mamanya lagi sedih orang Jakarta bilang lagi galao.
Waktu tetangganya masuk sebuah rumah makan mewah di ambon, dia kaget setengah mati, namun belum mati bro,  cimot lagi makan sea food. Tetangganya tahu persis  kemampuan ekonomi keluarganya, kasihan cimot tidak mau berubah, hidupnya seperti itu.  Hidup cimot mirip gelandangan yang ada di Jalan Madison Stret Chicago. Anda penasaran yah? sama, saya juga. Ayo kita mulai dengan  petualangan serunya:  Suatu waktu Norman Vincent Peale  bertemu sama temanya yang bernama Gus Bering, kemudian Gus Bering bercerita kepada Norman Vincent Peale cerita mengenai sang gelandangan yang diubahkan: Suatu waktu dalam sebuah konvensi para pemangkas rambut terkemuka di Amerika berkumpul disana. Dan mereka memutuskan, atas saran departemen publikasi  mereka, untuk melakukan sebuah tindakan.
            Para pemangkas rambut yang pintar ini pergi ke Madison Street, yang dikatakan merupakan sejenis kawasan yang paling lunak di Chicago, dan menemukan seorang gelandangan, contoh manusia paling menyedihkan yang mungkin bisa mereka temukan.
            Mereka membawanya ke Sherman House, memandikannya, memberinya masase, rambutnya dipangkas, dan tangannya dirawat. Kemudian mereka membelikannya setelan jas yang bagus mutunya.
            Mereka menyuruhnya  mengenakan kemeja dan dasi yang mahal, serta sepatu yang indah. Mereka memberinya jas luar yang bagus, sebuah topi yang dipasang miring pada kepalanya, sarung tangan, dan tongkat. Mereka mengambil fotonya sebelum dan sesudah diubah, dan memuatnya di surat kabar sebagai contoh tentang apa yang bisa dilakukan para pemangkas rambut untuk untuk mengubah seorang laki-laki. Singkat cerita setelah konvensi berakhir dan setiap orang melupakan laki-laki itu, kecuali gus bering, inilah contoh para pemangkas rambut yang berusaha merubah orang.
            Kembali lagi ke kisah cimot, menurut anda apakah cimot dapat berubah? Orang tidak dapat  berubah hanya karena sebuah perkataan, tetapi saya yakin banget gitu lho,  kata-kata yang tepat dan sesuai target plus di tambah  kemauan yang keras dapat membangkitkan sebuah keputusan untuk perubahan hidup. Penyair Jerman dari Abab ke 18 Goethe mengatakan”Dia yang punya kemauan keras membentuk dunia untuk dirinya sendiri.” Kalimat yang sama oleh Norman Vincent Peale, “ Tuhan yang Mahakuasa memasukan benda yang kuat ke dalam diri manusia yang disebut kemauan. Gunakan itu.”
            Benarkah cimot sudah berubah? Oliver Wendell Holmes pernah berkata,” Untuk mencapai pelabuhan surga , kadang – kadang kita harus beerlayar dengan didorong angin dan kadang-kadang melawan angin – tetapi kita harus berlayar, bukan terkatung – katung atau membuang sauh.  Kita tidak bisa menebak Apakah cimot akan berubah, tetapi ada sebuah kebenaran Abadi  bahwa anda dan saya dapat di ubahkan dan berubah pikirkan kembali perilaku hidup anda. Ops sorri cimot…

Sebuah Refleksi “ Tuhan yang Mahakuasa memasukan benda yang kuat ke dalam diri manusia yang disebut kemauan.




0 komentar:

Posting Komentar