Kamis, 07 April 2016

BLOK MASELA, PULAU – PULAU YANG TERLUPAKAN




BLOK MASELA, PULAU – PULAU YANG TERLUPAKAN
By. Petrus Saiya, S.Sit

Sejak awal maluku sudah terkenal sampai ke eropa serta bangsa – bangsa, terkenal dengan hasil rempah-rempahnya yang melimpah mulai dari cengkeh, pala dan rempah – rempah lainnya. Bangsa eropa sudah melirik Maluku dari sejak zaman dagang sampai kepada monopoli perdangangan. Kekuatan militer di pakai untuk melakukan ekspansi untuk menguasai Maluku. Maluku memang sejak awal sudah mempunyai sejarah yang cukup panjang. Setelah Indonesia merdeka, Maluku pada umumnya nyaris terlupakan. Kalau saya mengajukan satu pertanyaan, dimanakah Pulau Masela, Pulau Tanimbar atau Pulau selaru? Anda tidak pernah tahu persis dimana terletak pulau-pulau tersebut.

DR. Sem Touwe, M.Pd dalam artikelnya dengan judul”  MALUKU PUSAT REMPAH-REMPAH DAN PENGARUHNYA DALAM ERA NIAGA SEBELUM ABAD KE-19.  “Sebelum kedatangan bangsa Barat, kegiatan perdagangan di wilayah kepulauan Nusantara telah berkembang menjadi wilayah perdagangan internasional. Jalur perniagaan melalui darat dimulai dari Cina (Tiongkok) melalui Asia Tengah, Turkestan sampai ke Laut Tengah. Jalur ini juga berhubungan dengan jalan-jalan kaflah dari India. Jalur ini terkenal dengan sebutan “Jalur Sutra” (silk road). Sejauh ini, jalur perdagangan lewat darat inilah yang merupakan jalur paling tua, yang menguntungkan Cina dengan Eropa.

Adapun jalan perniagaan melalui jalur laut juga dimulai dari Cina malalui laut Cina, Selat Malaka, Calicut (India), lalu ke Teluk s, melalui Syam (Suriah) sampai ke Laut Tengah; atau melalui Laut Merah sampai ke Mesir, lalu menuju Laut Tengah (Van Leur 1967). Pada waktu itu komoditas ekspor dari wilayah Nusantara yang sampai di pasaran India dan Kekaisaran Romawi (Byzantium), antara lain; rempah-rempah, kayu wangi, kapur barus, kemenyan, gaharu (lignum aloes), kayu manis hijau, cengkeh yang biasa disebut oleh orang Tiongkok “dupa kayu”.
Jelas  kutipan diatas bahwa maluku menjadi pusat perhatian dengan hasil rempah – rempah yang melimpah.  Suatu ketika saya pernah di tanya, anda tinggal dimana? Saya menjawabnya, saya tinggal di saumlaki mereka tidak tahu, dimana saumlaki apalagi kalau di tanya pulau tanimbar, pulau selaru atau pulau masala? Tidak tahu dimana letaknya. Tuhan menjawab orang-orang yang ada di pulau –pulau yang terlupakan dengan hadirnya INPEX maka adanya Blok Masela sehingga orang bisa tahu pulau-pulau di sekitarnya. Berikut kami sampaikan kutipan tentang INPEX dan lahirnya blog masela.

INPEX mendapatkan hak untuk melakukan kegiatan eksplorasi di Blok Masela melalui penandatanganan kontrak Masela PSC pada tanggal 16 November 1998. Sejak saat itu INPEX melalui INPEX Masela Ltd telah melakukan kegiatan eksplorasi hidrokarbon di Blok ini, dengan kepemilikan saham 100%.
Blok Masela sendiri, dengan luas area saat ini lebih kurang 4.291,35 km², terletak di Laut Arafura, sekitar 800 km sebelah timur KupangNusa Tenggara Timur atau lebih kurang 400 km di utara kota DarwinAustralia, dengan kedalaman laut 300 – 1000 meter.
Pada tahun 2000INPEX Masela Ltd telah melakukan pengeboran sumur eksplorasi pertama yaitu sumur Abadi-1 yang terletak di tengah-tengah struktur Abadi dengan kedalaman laut 457 meter dan total kedalaman 4.230 meter. Dari tes uji kandungan sumur Abadi-1 ini, yang dilakukan pada batu pasir Formasi Plover, dialirkan gas sebesar 25MMSCFD (juta kaki kubik/hari) dan 260 BOPD (barel kondensat/hari) melalui pipa choke 40/64”.
Pada tahun 2002INPEX Masela Ltd melakukan pengeboran sumur appraisal yaitu Abadi-2 dan Abadi-3. Sumur Abadi-2 terletak lebih kurang lebih 13,5 km sebelah timur laut sumur Abadi-1, di bor pada kedalaman laut 580 meter dan total kedalaman 3.986 meter. Dari tes uji kandungan sumur Abadi-2 ini, yang dilakukan pada batu pasir Formasi Plover, dialirkan gas sebesar 18,6 MMSCFD (juta kaki kubik/hari) dan 150 BOPD (barel kondensat/hari) melalui pipa choke 44/64”. Sumur Abadi-3 terletak lebih kurang 16,5 km sebelah barat daya dari sumur Abadi-1,di bor di kedalaman laut 423 meter, dan total kedalaman 4.032 meter. Dari tes uji kandungan sumur Abadi-3 ini, yang dilakukan pada batu pasir Formasi Plover, dialirkan gas sebesar 13,8 MMSCFD (juta kaki kubik/hari) dan 266 BOPD (barel kondensat/hari) melalui pipa choke 44/64”.
Untuk pengembangan lapangan gas Abadi ini, INPEX Masela Ltd saat ini sedang melakukan beberapa studi detail yang meliputi penghitungan cadangan (reserve calculation), skenario pengembangan (development scenario) dan studi pemasaran gas (gas marketing study). Diharapkan pengembangan lapangan gas Abadi ini dapat direalisasikan dalam waktu dekat.

Dalam suatu  apel pagi pimpinan saya sering mengatakan tentang seorang penulis bernama De Young dalam bukunya dengan judul Pulau-pulau yang terlupakan walaupun saya sendiri belum pernah membaca buku tersebut namun De Young sendiri telah mempunyai study tentang pulau – pulau yang terlupakan. Sejak kemerdekaan Indonesia pulau-pulai ini kurang di perhatikan bahkan mungkin masuk dalam siklus kemiskinan. Dalam tulisan oleh Blogger Ad Batlax dengan judul Kabupaten Maluku Tenggara Barat Termiskin di Provinsi Maluku, berikut kutipannya”

Tingkat kemiskinan di Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Maluku Barat Daya dan kabupaten Kepulaun Aru masih tinggi. Hasil sensus Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku membuktikan, tiga daerah ini masuk tiga besar daerah sebagai daerah yang paling miskin di Maluku. Kondisi ini  disebabkan keterisolasian di tiga daerah ini. Sementara, secara nasional, provinsi Maluku menempati urutan keempat sebagai daerah  termiskin.

“Itu tertinggi ada di  Kabupaten Maluku Tenggara Barat dengan prosentase tingkat kemiskinan sebesar 29.75 persen. Yang kedua Kabupaten Maluku Barat Daya dengan pesentase 29. 25 persen, dan Kabupaten Kepulaun Aru pada urutan ketiga dengan prosentase 27. 34 persen,” ungkap Kepala BPS Provinsi Maluku, Diah Utami kepada Ambon Ekspres di ruang kerjanya, Senin (23/2).


Apakah ini yang disebut De young “ Pulau-pulau yang terlupakan. Terlupakan dari masalah pendidikan,  terlupakan dari masalah kesehatan dan terlupakan dari masalah ekonomi. Pulau – pulau yang jauh, jauh dari teknologi,  jauh dari transportasi. Namun tetap kuat dengan budaya local. Pulau – pulau yang terlupakan sudah mulai terkuak sedikit demi sedikit mulai muncul harapan baru. Sejak Kabupaten Maluku Tenggara Barat menjadi Kabupaten baru,  pulau-pulau ini mulai dikenal tetapi tidak seprimadona dengan istilah BLOK MASELA. Sejak mulai ditemukan gas abadi Pemerintah Pusat sudah mulai melihat Pulau – pulau yang terlupakan. Semua orang tahu dimana letak Blok Masela, berada di laut arafura berada pada pusaran Pulau Tanimbar, Pulau Selaru, Pulau Babar dan Pulau Masela. Saya mulai menyaksikan dengan mata saya sendiri banyak orang – orang penting baik di pusat maupun sampai orang biasa mereka membicarakan blok masela. Perdebatan serius muncul tatkala membicaran pembagunan blok masela. Saya punya kutipan dari beberapa sumber tentang perdebatan di maksud,

Liputan6.com, Jakarta - Presiden RI Joko Widodo telah merampungkan rapat terbatas membahas ladang gas Blok Masela‎. Ratas ini diwarnai banyak perbedaan pendapat. Proyek ini bakal jadi proyek gas terbesar di dunia.
Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengungkapkan ratas diwarnai beberapa perdebatan di masing-masing pada menteri, SKK Migas, pejabat daerah dan pihak terkait lainnya. Setiap argumen diakui Pramono memiliki dasar dan manfaat yang berbeda-beda.

"Jadi di dalam ratas tadi memang ada perbedaan dan sangat meriah selama sidang kabinet yang ada," kata Pramono di Istana Negara, Senin (1/2/2016).
Namun demikian, Presiden Jokowi mengaku menikmati berbagai perdebatan dalam ratas tersebut. Hal itulah yang seharusnya diinginkan.

Seperti kutipan lainnya dalam blogger by Ad Batlax Menyebutkan:

AMBON - Rencana Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) turut mengambil andil dalam Participation Interest (PI) 10 dari pengelolaan minyak dan gas (Migas) Blok Masela yang berada pada kawasan Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) Provinsi Maluku mendapat respon keras dari para anggota DPRD Maluku.

Ketua DPRD Maluku, Edwin Adrian Huwae kepada wartawan mengatakan dirinya akan menghadiri rapat sekaligus akan bersikap atas nama rakyat Maluku. "Saya akan menghadiri rapat tersebut, dan saya akan bersikap mengatasnamakan rakyat Maluku untuk menolak campur tangan Provinsi NTT dalam pengelolaan PI 10 Persen dari Blok Masela itu,"ujar Huwae, Rabu (29/10).


Kutipan lain dari berbagai sumber juga menyebutkan:

Jakarta - Mabes TNI memperkirakan anggaran untuk mengamankan proyek Lapangan gas Abadi di Blok Masela, Maluku sebesar Rp 1,4 triliun. 
Dalam dokumen yang didapat Bisnis disebutkan Wakil Asisten Operasi Panglima TNI Laksamana Pertama TNI Widodo menyatakan dana sebesar itu akan digunakan untuk menggelar operasi permanen, operasional sehari-hari, dan pembangunan landasan pesawat.


Untuk pengamanan permanen Angkatan Darat, yang meliputi operasi sejumlah pos seperti koramil, markas batalion, dan markas kompi dibutuhkan dana minimal Rp 274 miliar dan gelar operasi Rp 1,5 miliar, sehingga total dana yang dibutuhkan sekitar Rp 276 miliar.



Semua orang berteriak tentang blok masela, membelanya habis-habisan dengan kekayaan alam berupa gas yang melimpah dengan sebutan gas abadi, siapa sih yang tidak mau negrinya penuh melimpah namun historisnya sejak kemerdekaan nyaris terlupakan. Tahun 2004 yang lampau di pulau tanimbar pertama kali saya menginjakan kaki saya disini di Saumlaki-tanimbar. Dalam hati kecil saya, saya mau kembali saja ke ambon karena keadaannya sangat jauh berbeda dengan yang saya harapkan, tetapi hidup ini punya siklus berkat kerja keras Pemerintah daerah Maluku Tenggara Barat – Saumlaki mulai terlihat kemajuannya. Dibutuhkan sebuah komitment dan kerja keras maka pulau-pulau yang terlupakan menjadi bagian dari sejarah dunia yang tidak terlupakan.  



Pekerjaan kita belum selesai masih ada pekerjaan rumah yang cukup besar yakni apakah sumber daya manusia yang di siapakan oleh Pemerintah propinsi Maluku mampu menjawab kebutuhan di maksud dalam kutipan finance.detik.com meyebutkan:

Jakarta -Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menyambut keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas pembangunan kilang gas Masela di darat (onshore). 
Oleh karena itu, Kemenristekdikti mengadakan kerja sama dengan dua perguruan tinggi di Maluku, dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM) untuk nantinya mengelola Blok Masela.
Sedikitnya butuh 12 ribu tenaga kerja yang dibutuhkan dalam proyek gas abadi Masela.
"Kami akan lihat dulu berapa jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan. Di 2017 
detail engineering design (DED) akan bisa merancang berapa kebutuhan tenaga kerja. Ini butuh ribuan, kalau tidak disiapkan dari sekarang berat nanti. Ada 12 ribuan tapi bertahap," tutur Menristekdikti, Muhammad Nasir, saat jumpa pers di kantornya, Selasa (5/5/2016).



Sekitar 12 ribu tenaga kerja yang perlu di siapakan dari pemerintah bekerjasama dengan Unpati sudah mulai menyiapkan tenaga kerja yang ahli dan handal dalam pengolaan blok masela. Sambil melihat kedepan harapan itu tetap ada asalkan kita mau tetap bekerja keras, perlahan tetapi pasti pulau-pulau yang jauh dan terlupan sudah mulai terlihat warna kehijauwannya. Support yang pasti lewat President Jokowi memutuskan Blok masela di bangun di darat. Dengan tangan yang terangkat  akhirnya saya mengatakan selamat datang masa depan baru BLOK MASELA.

2 komentar: