Kamis, 10 Maret 2016


MASA LALU
( P.Saiya )


Waktu saya masih remaja, biasanya setiap kali liburan sekolah antara bulan juni sampai dengan bulan juli,  mama dan papa sering mengajak saya untuk pulang kampung,  kampung saya di desa aboru, desa yang penuh dengan keindahan alam, ada dua sungai yang membelah desa tersebut. Kejernihan airnya yang menembus bebatuan dan pasir kecil seolah – olah ada keindahan berlian yang bercahaya yang keluar dari lapisan pasir tatkala disinari sang surya. Keindahan gunung-gunung yang diselimuti kehijauan laksana warna-warni alami yang membentuk panorama alam seperti pada sebuah lukisan.   Dalam bingkisan Alam yang terpola dengan corak warni-warni menjadikan sebuah sinergi persahabatan anak-anak negri menjadi akrab dan penuh kecandaan dan sukacita.  

Ketika sang surya mulai menunjukan jati dirinya dengan memancarkan cahaya-cahaya yang indah, tidak sabar lagi, saya cepat-cepat bergegas untuk pergi bermain bersama teman-teman saya, masih melekat di ingatan saya, nama-nama mereka seperti filipi saiya, sepi saiya, koba saiya, salmon saiya, dan adito dan kakalili saiya.  Sebuah kenangan masa lalu saya, yang paling saya sukai  adalah pergi memancing dihulu sungai  atau kali,  kesukaan yang begitu kuat akan hobi ini, menjadikan saya lupa makan siang. 

Selama liburan di desa aboru, saya juga diajarkan untuk pergi ke hutan, maaf yah, sekedar saya informasikan buat teman – teman, kebun-kebun didesa aboru jaraknya sangat jauh, misalnya ada satu hutan atau kebun namanya sarut, kalau kami pergi ke hutan tersebut pasti perginya  dari pagi dan harus dibekali  dengan makanan seperti keladi atau papeda yang dibungkus dengan daun pisang di tambah dengan ikan julung kering, kemudian kami sudah harus kembali ke kampung atau desa sekitar jam 5 atau 6 sore. Dan perlu teman-teman tahu, setiap kali pulang dari hutan atau kebun kami sudah dibebangkan dengan 1 karung keladi atau kelapa, untuk proses membawanya bebanya harus diletakan diatas  pundak kami, dan setiap kali naik gunung rasanya tulang-tulang saya mau copot, maklum anak kota. 

Kita semua dalam hidup ini mempunyai kenangan atau masa lalu, kita punya kenangan dengan teman-teman, sahabat kita, dengan orang tua kita atau siapa saja. Kadang kita sulit untuk melupakannya, bahkan kalau kita ketemu dengan seseorang yang sudah lama kita tidak pernah jumpai, dan pada waktu kita ketemu pasti kita mengingat masa lalu kita. Tidak selamanya masa lalu kita itu indah, mungkin diantara kita ada yang dikecewakan,  dihianati,  dirugikan, dikucilkan atau dilukai, masa lalu kita, membentuk sebuah perasaan, karakter dan bahkan jati diri kita. Kita bertumbuh dengan rasa sakit, dendam, amarah dan bahkan penuh kebencian, sehingga kita sulit melupakan masa lalu kita. Kita tidak bisa menggapai sebuah masa depan yang gemilang, selama kita masih membawa masa lalu kita. Hari ini maukah anda berdoa kepada Tuhan, bilang begini,” Tuhan ambi alih masa laluku yang penuh dengan sebuah luka, kebencian dendam dan sakit hati, dan aku melepaskan sebuah kekuatan pengampunan didalam nama Tuhan Yesus.” Dan percayalah bahwa anda akan melihat bahwa mimpi dan masa depan anda akan digenapi Tuhan. 

Ada sebuah pepatah china yang mengatakan,” Reng cheng che, wo qi lu, si tan buru,  intinya begini bersyukurlah untuk keadaan anda. Tuhan Yesus memberkati kita semua. 

0 komentar:

Posting Komentar