Minggu, 13 Maret 2016

LAIPOSE KARING VS CINTA MONYET


LAIPOSE KARING VS CINTA MONYET
( P.Saiya)

Pada waktu sekolah dulu saya di hinggapi sebuah perasaan yang sangat aneh, coba tebak bro, di hinggapi apa yah? Yang jelas bukan di hinggapi makluk aneh bro, tetapi sebuah perasaan hebat bahkan mendunia, anda penasaran? Sama! Saya juga. Oke, saya buka-bukaan ni, sst saya jatuh cinta lho.  Tetapi menurut ahli percintaan saya di kenakan pasal cinta ayat 2, tentang cinta monyet, ha.ha.ha.ha.

            Cinta monyet tidaklah sama dengan Laipose karing, mari kita devenisikan pengertian tersebut apakah cinta monyet itu? Maaf, bukan aku cinta ama monyet, tetapi sebuah perasaan belok yang di anugerahkan Tuhan kepada kita semua untuk mempunyai sebuah perasaan yang baik untuk mencintai seseorang, namun perasaan tersebut tidaklah labil atau bertahan, sehingga bisa aja putus-tus-tus di tengah jalan, hanya gara – gara  ada yang lebih cantik, hijau, bening, niwi, cingclon. Sehingga hal ini di namakan cinta monyet, menurut pendapat saya juga cinta monyet itu, orang yang suka  gonta ganti HP, maaf maksudku, suka ganti – ganti pasangan, mungkin karena karakter monyet tidak setiap ama pasangannya plus suka lompat – lompat pohon. Sedangkan Laipose      Karing ( kering) adalah apa yah? Maaf saya lagi mencoba mikirin pengertian yang tepat untuk laipose karing. Secara umum pengertian ini adalah perasan suka ama seseorang, TETAPI, pengertian ini agak  berbeda bro, trus bedanya dimana? Laipose kering adalah orang yang suka sama seseorang padahal  orang itu sih, sudah mempunyai pasangan alias menikah bro,  Biasanya orang – orang  seperti ini penuh misteri,  suka kamuflase, orang ambon bilang parlente, mengaku bujangan ternyata cucunya segudang, hati – hati bro,  orang seperti ini banyak juga di Facebook lho. Di Profilnya di tulis belum menikah padahal maituanya ada hamil tua plus besar, bahkan istrinya di diagnosa oleh dokter bayi dalam kandungan adalah anak kembar, astaga itulah laipose karing ( kering).

            Cinya monyet bukanlah masalah justru kita sementara menikmati sebuah emezingnya Tuhan lewat perasaan cinta kita kepada seseorang walaupun belum menjadi sebuah karakter bro. Kembali lagi ke Laipose Karing adalah orang yang suka lihat –lihat cewek – cewek cantik, hijau, niwi dan cigclon kemudian pikirang mulai terbawa dalam lamunan pikirannya SI PIKTOR alias selalu isi Pikiran Kotor. Bagaimana kalau beta kawin dengan dia, wah apa kata dunia. Laipose karing secara terus menerus akan membawa sebuah dampak penyimpangan yang kita sebut dengan perselingkuhan. Menurut referensi  dari Bahana Magazine tahun 2009, menuliskan sebuah artikel berikut kutipannya: ”Sepanjang masih ada pernikahan penyelewengan juga akan terjadi. Berdasar data survei perilaku seks masyarakat Indonesia (Februari 2009), 64% laki-laki pernah berselingkuh di hidupnya. Dan 32% perempuan pernah menyeleweng. Apakah perselingkuhan itu? Kalau baru sekadar bertemu, ngobrol tanpa nge-seks apakah termasuk berselingkuh? Dono Baswardono dalam Antara Cinta, Seks dan Dusta (Galang Press, 2003) mengatakan penyelewengan terjadi bila dua orang terlibat hubungan seks dan emosional di mana salah satu diantaranya sudah menikah atau menjalin hubungan (punya komitment) dengan orang lain.”

Gary Smalley dan jhon tren adalah pembicara seminar keluarga yang populer dari Phoenix,  Arisona  pernah  membawa  sebuah  seminar dengan    judul:” Cinta adalah suatu keputusan.”

            Mari bro dambahkan kembali masa – masa yang indah dan romantis  dengan pasangan anda waktu anda pacaran dulu, waktu makan di warung kentaki alias kentara kaki, pasti anda sangat bahagia banget walaupun mungkin pada waktu itu kalian hanya makan nasi goreng biasa, ets tapi karena ada cinta, wao jadi nikmat bro. Nontong di biiskop, walaupun pulang jalan kaki, tetap kalian menikmatinya. Itu yang dinamakan cinta sejati. Bukan cinta monyet maupun laipose karing.

Sebuah Refleksi: ” Cinta adalah suatu keputusan.”


0 komentar:

Posting Komentar