Selasa, 15 Maret 2016

Cerita di Balik Sebutan Kampung Ambon





Cerita di Balik Sebutan Kampung Ambon



JAKARTA - Kompleks Permata yang terletak di Kelurahan Kedaung, Kali Angke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, cukup populer dengan sebutan “Kampung Ambon”. Hal itu lantaran mayoritas warga yang bermukim di sana berasal dari Ambon, Maluku. Ternyata, ada sejarah panjang sampai akhirnya permukiman tersebut bisa menjadi sebuah kampung dari suatu etnis.
Mulanya, penghuni Kampung Ambon ialah eks personel KNIL (Koninklijke Nederlands Indisch Leger). Seperti diketahui, Belanda pernah mengerahkan tentara KNIL saat menjajah Indonesia. Negeri Kincir Angin itu pun memanfaatkan penduduk pribumi untuk disulap menjadi tentara. Karena itu, pemuda dari berbagai daerah di seluruh nusantara, seperti Jawa, Madura, Manado, dan Maluku dikumpulkan untuk menjadi satu pasukan. Pasukan tersebut hanya beranggotakan dari satu etnis atau suku.
Namun, saat Jepang berhasil menyingkirkan Belanda dari Tanah Air pada 1942, KNIL pun jadi melemah. Bahkan, tentara KNIL jadi tahanan perang oleh pihak Jepang. Pasukan Batalion X KNIL yang sebelumnya bermarkas di Hotel Borobudur itu pun diungsikan ke Gedung Stovia. Pasukan yang mayoritas beretnis Ambon itu bermukim di Gedung Stovia.
Hingga akhirnya, pada 1973, DKI Jakarta di bawah pemerintahan Gubernur Ali Sadikin menginventarisasi bangunan-bangunan bersejarah, termasuk Gedung Stovia. Meski ada penolakan dari warga Ambon yang sudah merasa kerasan bermukim di sana, setelah bernegosiasi, mereka akhirnya rela direlokasi di Perumahan Permata, Kelurahan Kedaung Kali Angke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Hingga kini, Perumahan Permata populer dengan sebutan “Kampung Ambon”, menilik dari etnis mayoritas yang bermukim di daerah itu.

Erha Aprili Ramadhoni
Jurnalis
Disadur dari:http://news.okezone.com/read/2016/01/25/338/1296182/cerita-di-balik-sebutan-kampung-ambon

0 komentar:

Posting Komentar