Minggu, 13 Maret 2016

BETA BISA SEPERTI Dr. J. LEIMENA


BETA BISA SEPERTI  Dr. J. LEIMENA
( P.Saiya)

Halo taman-taman Maluku: Mari katong diskusikan ini: Maluku dalam kemunduran yang beta  maksudkan adalah kurangnya partisipasi politik orang – orang Maluku dalam sekala Nasional, mari katong diskusikan ini bersama-sama muda-mudahan akan jadi batu loncatan for katong samua orang Maluku khususnya intelektual-intelektul muda Maluku.

Kemunduran adalah suatu kata yang rumit karena kata itu mengikat menjadi satu dua konsep yang sangat berbeda: penurunan kekuatan eksternal dan memburuknya bagian internal atau runtuh. Tetapi suatu daerah dapat mengalami suatu kemunduran dalam satu arti, tetapi tidak pada arti lainnya. Jelas, bahwa konsep kemunduran tersebut berkaitan. Memburuknya bagian internal dapat membantu hilangnya kekuatan, namun seringkali sulit untuk mengenali perubahan-perubahan internal mana yang merupakan  sebab-sebab besar mengenai hilangnya kekuatan atau pengaruh. Maluku dalam partisipasi lampau sangat berpengaruh terhadap Indonesia.

Beberapa tokoh Maluku yang sangat terbaik dan berpengaruh seperti Leimena, Siwabessi,  dan masih banyak intelektual – intelektual  Maluku pada masa lampau, mereka ada dalam cabinet Indonesia,  mulai dari cabinet Sukarno sampai dengan cabinet Suharto, setelah  masa orde lama dan baru selesai, tidak ada satupun tokoh-tokoh Maluku yang masuk dalam cabinet, sungguh ironis, apakah tidak ada intelektual-intelektual Maluku? Saya jadi ingat dengan pernyataan Samuel Hamington, tentang patron-patron kekuasaan: hanya  kepentingan politik yang bersatu dan kekuatan partai politik menjadi dominan, menghilankan professional adalah langkah keliru dalam menyusun kekuatan pemerintahan. Kendatipun kelihatan merger antara partai  politik dan  para professional tetapi belum merata. Kembali dengan tidak adanya satupun orang Maluku dalam cabinet bersatu jilid 2,  merupakan kemunduran dari partisipasi politik orang-orang Maluku dalam sekala nasional. Leimena dan kawan-kawan pada masa lampau telah membuktikan kepada Indonesia dan Maluku bahwa mereka punya integritas, kemampuan, ketrampilan yang dapat mempengaruhi politik Indonesia. Apakah ini pertanda  bahwa orang Maluku telah mengalami kemunduran khusus untuk partisipasi politik sekala Nasional ( Indonesia). Maluku dalam partisipasi Moment Kebangkitan Pemuda Maluku merupakan komitment anak-anak Maluku untuk membangun bangsa kita Indonesia.

Hegomoni partai politik menunjukan adanya komplikatif kepentingan internal partai, jelas hal ini adalah masalah, semua orang di Republik Indonesia mau supaya ada wakilnya yang dipercayakan Negara untuk ada dalam Kabinet. Bagaimana dengan Maluku, bagaimana dengan partisipasi Leimena dengan kawan-kawannya, bagaimana  dengan sumbangsi mereka,  bisakah orang Maluku duduk dalam Kabinet Indonesia. Antara harapan dan kenyataan merupakan utopia belaka. Setelah membaca tulisan ini akhirnya beta bisa bilang dengan penuh keyakinan:” BETA BISA SEPERTI LEIMENA.” ( anda bisa baca buku Kewarganegaraan yang bertanggungjawab)


Sebuah Refleksi: Menghilankan professional adalah langkah keliru dalam menyusun kekuatan untuk maju dan berkarya.”

0 komentar:

Posting Komentar