Kamis, 06 Maret 2014

KISAH TRAGIS OM ONDOS PORO BICO



KISAH TRAGIS OM ONDOS PORO BICO
By.P.Saiya

Adalah lagu Maluku mengenai kisah tentang Om ondos poro bico, om ondos si tukan sopi, suka berkeliaran sampai larut malam,  sepertinya om ondos bukan typikel seorang bapa yang bertanggungjawab.  Om ondos selalu menjadi bahan perbincangan banyak orang, orang Ambon bilang om ondos suka laipose karing deng nona-nona muda, cerita omong kosong dengan setiap orang. Om ondos berusaha  membangun keakraban, sok gaul gitu lho, Sopi selalu menjadi sahabat sejatinya,  biasanya botol sopi  selalu  disembunyikan di saku  celana bagian belakang.  Hampir setiap hari, Om ondos selalu ada di warung kopi, jalan, tempat-tempat ramai, dan rumah-rumah, wah, apa sih yang diceritakan om ondos, ceritanya sangat banyak sekali mulai dari cerita orang pun busuk-busuk, cerita tentang politik, cerita tentang Firman Allah, cerita tentang masa depan bangsa dan cerita menjadi orang kaya, apa saja yang dilihat dan terlintas dalam otak om ondos, itulah yang diceritakannya. Tapi enak juga yah, orang selalu mengatakan  kalau tidak ada om ondos,  pokoknya  tidak seruh deh, yah, seperti  anggapan banyak orang. Kehidupan masih terus berjalan, berputar dan orang-orang masih terus bekerja, ambisius akan selalu menjadi budak perilaku dan keinginannya sendiri, sepertinya manusia  belum puas.  Pernah ada satu cerita,  kisahnya  tentang seorang budak ceritanya begini:  Pada suatu waktu sang majikan berpesan untuk seorang budak dengan melarangnya untuk membuka sebuah kotak, untuk mengetahui rasa penasaranya ia pun  membuka  kotak  tersebut,  apa isinya,  apakah emas atau  barang  berharga, sang budak pun kaget, ternyata isinya kosong tidak  ada emas  atau barang berharga seperti yang dipikirkan sang budak,  ketika  majikannya datang  ia terkejut karena kotak tersebut telah terbuka, kemudian  majikannya  menyampaikan  sesuatu  kepada para  budaknya itu,  itulah manusia selalu tidak ada rasa puasnya selalu mencari yang tidak puas.   Kembali lagi kepada cerita om ondos,  ia berjalan dengan sempoyongan, kakinya tidak stabil dan hampir jatuh di selokan,  tidak peduli dengan keadaan social, tidak peduli dengan lingkungannya, tidak peduli dengan keluarga, tidak peduli dengan masa depan anak-anaknya, dasar bapa tidak bertanggungjawab, dasar bapak edan. Apakah kemiskinan atau lingkungan yang mempunyai andil untuk merubah hidup Om Ondos?.
Harta semuanya habis, uang habis,  semuanya pergi kemana, mungkinkah harta itu jatuh pada sahabat dekatnya yaitu SOPI atau jatuh kepada  pelukan maut perempuan penggoda,  pantasan aja orang bilang selingkuh itu enak.  Om ondos,  kapankah anda bisa berubah, kapan om ondos bisa bebas dari  dua sahabat dekatnya. Ayo Om ondos,  jangan dengar orang pun masukan-masukan bodoh, biasanya kalau yang baik itu selalu dibilang bodoh dan salah  sedangkan yang jahat itu dibilang baik, pantasan aja manusia selalu kalah, menjadi budak terhadap pemikirannya sendiri, terjebak dalam dimensi hampa. Dasar Om ondos,  begini Om ondos,  kehidupan masih terus berjalan, roda-roda hidup pun masih terus berputar, aktifitas hidup masih tetap tertatah,  orang-orang masih terus  pergi ke kantor, orang-orang masih terus menjual sayur, menjual ikan komu, menjual ikan kawalinya dan terlihat keringat masih terus bercucuran dibawa terik panasnya matahari  yang membakar kulit sehingga berubah menjadi hitam dan layu, keriput dan hitam pekat menempel pada mukanya. Semuanya tidak ada yang berubah, Om ondos pun tidak berubah, orang Saumlaki bilang: dolo boleh, dolo waktu masih anak-anak, masih polos tanpa sopi dan  perempuan pengoda.
Waktu akan selalu menjadi penentu hidup, manusia akan ketemu dalam satu titik, mirip kata-kata Taufik Ismail, ”manusia ketemu dalam satu titik yaitu maut atau kuburan.”  Usia terus bertambah, stamina menjadi menurun, rambut mulai ubanan, suara mulai serak-serak kacau, muncul berbagai komplikasi penyakit, mulai dari sakit pinggang, sakit maag, sakit ginjal, sakil kepala, sakit hati, sakit jantung dan hanya waktu saja yang menjawab. Di atas ranjang rumah sakit itu,  terlihat oksigen diletakan pada hidung dan botol inpus tergantung pada sebuah besi, nafas terasa sesak dan  terpenggal-penggal seperti orang sedang berhitung satu dan dua,  penglihatannya mulai kabur, sepertinya hidup om ondos ada dalam sebuah persimpangan, antara hidup dan mati, kemudian istri tercantiknya menjadi sangat panik dan kemudian dipanggilnya para dokter, para pendoa, para pendeta, dengan suara yang bergetar, menangis sambil menyapa,” pak pendeta, tolong  doakan suami saya, Om ondos. Kami hanya bisa berdoa tapi Tuhanlah yang menentukannya, hanya Kebesarannya, Keagungannya dan mujisatnya yang kita harapakan.   Terdengar bunyi tangisan sedih hampir menyelimuti seluruh ruangan rumah sakit, itulah yang selalu diceritakan orang bahwa: OM ONDOS TUKANG  SOPI sudah mati. Kasihan yah, jangan hanya kasihan bantulah dia.  Jhon Trend pernah bilang jangan hanya kasihan saja,  Bantulah orang-orang itu, mereka butuh anda, mereka ingin perhatian anda. Orang-orang hanya bisa bicara. Tapi siapakah yang dapat menolong, memperhatikan dan memberikan motivasi.
Apa yang perlu diharapkan dari kisah Om ondos, semuanya berakhir tanpa pelajaran berharga hanya orang-orang bijak yang mengambil hikmahnya saja.  Orang – orang bodoh, skeptis, tidak tahu malu dan  terus berpikir sama dengan Om ondos, apa  kata dunia kalau kehidupan seperti ini terus-menerus. Semua orang diciptakan sama, sama dimata Tuhan, sama dalam kedudukan, sama dalam konteks penciptaan, sama dalam konteks pencitraan, tapi penilaian manusialah yang menjadi dasar perbedaan.  Manusia yang  punya standarisasi penilaian terhadap sruktur social  dan   cinta materi,  dialah yang hebat, sukses. Gaya hidup yang selalu lebay, pola hidup yang selalu dibohongi iklan, sepertinya akan selalu menjadi sebuah  Filosofi hidup. Harusnya gaya hidup kita dibangun dimulai dari keluarga, dan orang-orang  yang selalu kita cintai, hormati pasti menjadi mitra sejati kita, bukan seteru, bukan musuh, bukan saingan kita. Albert Kamus pernah bilang: Manusia pasti akan brontak, menolak dirinya sendiri, itulah yang Albert Kamus  sebut dengan pembrontakan METAFISIK, sering kita mendengar doa-doa sindiran dan ocehan kepada Sang Pencipta kenapa hidup saya begini, kenapa masa depan saya begini, kenapa istri saya begini, kenapa anak saya begini, kenapa saya menjadi orang miskin, kenapa saya tidak tampan, kenapa saya tidak menjadi seorang  artis, kenapa saya tidak menjadi seorang yang sukses, kenapa dunia selalu membenci saya. Itulah yang selalu dikeluhkan oleh Om ondos,  paradoks sekali  antara sadar dan tidak sadar. Ketidaksanggupan untuk  hidup dan realitas tidak bisa diterima dengan penuh ucapan syukur.   Ucapan syukur pasti membuat Om ondos kuat, tidak loyo, tidak ada kompensasi di kafe-kafe.  Mestinya keluarga itulah menjadi surgaku, permata yang indah, itulah keluargaku, impianku terasa hampa dan menjadi utopia semata.  Apa yang ditaburkan Om ondos sudah diterima oleh keturunan-keturunannya. Jangan duduk dalam kumpulan orang-orang fasik, jangan duduk dalam kumpulan para pencemoh, berhentilah sebelum karaktermu sama,  beta, om ondos, sudah mengalaminya.
 Kenapa harus dinasihatkan, kenapa harus diingatkan,  janganmenunggu sampai menjadi  rusak baru diperbaiki, berpikir positip tidak membebaskan kita dari kiamat, tetapi berpikir positif menolong kita untuk siap dan sadar menerima  datangnya kiamat. Kuburan Bend bilang: lupa-lupa ingat, kalau lagi enak, sukses, kaya kita lupa sama Sang Pencipta, kalau sudah miskin, melarat, tidak punya apa-apa baru kita  kembali menginggat Sang Pencipta.  Dasar Om ondos,  apa yang harus kita petik dari hidup ini. Sebelum Maut menjemput Om ondos, para Pendeta dan Pendoa mereka berpesan: Om ondos, kembalilah kepada Tuhan,  hanya dialah kita berbakti, menaruh harapan kepadaNya,  hanya dialah yang pembuat mujizat itu, kalau Om ondos di ijikan Tuhan untuk hidup lagi apa yang harus Om ondos perbaiki, jawab Om ondos,  pak pendeta kalau saya di berikan hidup sama Tuhan, maka yang saya perbaiki adalah hidup saya. Namanya juga manusia dalam satu titik, pasti kembali Ke Tuhan,  tawar-menawar dengan Tuhan, Belas kasihanpun ditawarkan. Tapi  apa boleh buat, Tuhan Punya rencana yang lain: Itulah yang selalu diceritakan orang: OM ONDOS TUKAN SOPI telah mati.
            Masih ingatkah kita  dengan  dua sahabat maut om ondos, SOPI dan perempuan penggoda, Oh..kami ingat, hei bung, ini sebuah Fakta, ini adalah sebuah realita, ini adalah sebuah kosmos yang menjanjikan surga dunia, urusan Akhirat nanti dulu, masih ada waktu, masih ada harapan untuk berubah rasakan kenikmatan dunia. Pantasan saja dua sahabat sejati om ondos, tidak bisa ditinggalkan dan orang sering bilang: Inspirasi semu,  Amsal bilang: Kecantikan dan kemolekan adalah sia-sia dan Kebohongan,  langit-langit perempuan penggoda bagaikan madu racun. Tragis benar kisah Om ondos, kenapa kulturnya tidak terlatih, kenapa ia tidak bisa setia, kenapa ia tidak punya banyak pertimbangan, kenapa ia tidak berpikir yang baik.  Padahal om ondos punya potensi, padahal om ondos punya  masa depan, padahal om ondos punya investasi manajemen, padahal om ondos punya semangat. Masih ingatkah kita  dengan dua sahabat maut om ondos SOPI dan Perempuan penggoda. Yah…saya ingat...mereka telah menjatukan keputusan-keputusan hidupku, kata om ondos, hidupku diajak ke jalan-jalan, kafe-kafe bahkan sampai ke dunia orang mati. Siapakah yang akan disalahkan, apakah kedua sahabat tadi, siapakah yang menjadi profokator hidup. Perjuangan hidup belum berakhir, roda-roda hidup masih terus berputar, orang-orang masih terus bekerja seperti biasa, pekerja kantor masih seperti biasa, kadang mereka bisa koropsi waktu, yah, kehendak bebas kita. Pelajaran hidup perlu kita maknai, jangan bernasib sama dengan om ondos, tetapi paling tidak kita perlu belajar dari keputusan Om ondos yaitu memperbaiki hidupnya: Apa saja yang perlu diubahkan:

Yang pertama yang perlu diubahkan adalah PERILAKU: Bicara mengenai Perilaku, saya jadi ingat apa yang dikatakan oleh seorang penulis Samuel Smile: ia bilang begini: Taburkan pikiran akan menuai perbuatan, taburkan perbuatan akan menuai kebiasan, taburkan kebiasan akan menuai karakter, taburkan karakter akan menuai Nasib. Sejalan dengan itu, sastrawan jerman Wolfgan pernah mengatakan: ia bilang begini: berpikir itu mudah, bertindak itu sulit dan mengaktualisasikan pemikiran-pemikiran kedalam tindakan adalah hal yang paling sulit. Perilaku adalah suatu keputusan pikiran yang secara signifikan kemudian disahkan atau diresponi oleh perbuatan dengan kata lain  saya menyebutnya dengan  Perilaku atau karakter.  Proses pembentukan karakter sangatlah ditentukan oleh beberapa elementer yang secara teoritis kita sebut dengan factor-faktor penentu atau factor-faktor penggerak. Antara lain: Faktor Pendidikan, Faktor Lingkungan Faktor Manajemen ,Faktor Sosial, Faktor BudayaFaktor Ekonomi, Faktor Agama, Faktor kejiwaan,  Faktor keluarga dan Faktor Pendapatan.

Yang kedua  yang perlu diubahkan adalah Pandangan : Pandangan membiaskan tutur kata dan cara bicara, serta komunikasi merupakan bagian dari hubungan langsung Pandangan kita. Pandangan yang dimaksudkan adalah pandangan tentang perubahan-perubahan. Perubahan tentang masa depan, rasa optimisme terhadap apa yang kita kerjakan, optimisme terhadap kejayaan bertumbuh. Optimisme terhadap pertumbuhan social, optimisme terhadap perubahan dan pertumbuhan ekonomi, optimisme terhadap cara kerja yang menghasilkan. Pandangan  identik dengan tujuan-tujuan hidup yang kita temukan: Mirip dengan pandangan DR.Jhon Maxwel adalah menemukan tujuan hidup, pandangan hidup. Rencanakan perjalanan hidup kita di mulai dengan meletakan dasar-dasar filosi yang tercermin dalam Gaya hidup dan Prinsip hidup.

Yang ketiga  yang perlu diubahkan adalah Sosial: Keadaan  social yang tidak stabil  yang dominan memberikan pengaruh negative terhadap perilaku dan pandangan yang negative, espektasi terhadap perilaku dan pandangan menjawab tantangan-tantangan social.  Kriminalitas dan tingkat kejahatan mempengaruhi pertumbuhan kelompok,  pertumbuhan pendidikan, pertumbuhan ekonomi.  Karakteristis terbentuk waktu pandangan dan perilaku kita di bentuk, mencerminkan kejernihan jiwa,  primordial karakter lebih efektif jika di  bandingkan dengan kemajuan teknologi dan informasi tetapi paradoks dengan pandangan dan perilaku. Perubahan – perubahan yang terjadi sebagai ekses hegomoni kebudayaan baru yang menjadi dominant dari kelompok social – social lainya. Om ondos merupakan cerminan dari gaya hidup tidak stabil baik pandangan dan perilaku. Antisipasi sebuah ekses negative terhadap pandangan dan perilaku yang menjamur adalah langkah-langkah prefentif dan filterisasi terhadap perubahan  perilaku dan pandangan  baik individual maupun kelompok secara menyeluruh.

Sebuah Refleksi.”Karakteristis terbentuk waktu pandangan dan perilaku kita di bentuk.”



0 komentar:

Posting Komentar