Kamis, 27 Februari 2014

TAHI KAMBING RASA COKLAT



TAHI KAMBING RASA COKLAT
By.P.Saiya 

“Suatu waktu, ketika istri saya lagi berada di Jakarta, kami suka melakukan sebuah komunikasi baik lewat pesan pendek atau sms, juga saling telepon, perihal, menanyakan keadaan kami  masing-masing, misalnya gimana kesehatanmu? Apa yang sedang kamu  lakukan? Jangan lupa makan siangnya tepat waktu yah, bahkan sampai pada kebutuhan hati kami masing-masing. Wao sangat romantic dan harmonis seperti kami masih pacaran.  Saya pernah bertanya kepada istri saya, pertanyaannya begini,” seberapa dalam kamu (istri)  mencintai saya?  Menurut saya pertanyaan ini  sangat mengelikan hati saya, Karena budaya ketimuran sangat tidak terbiasa dengan kondisi-kondisi yang bersifat romantisme. Sambil menunggu jawaban dari istri saya, saya merenungkan sesaat bahwa cinta hanya sebuah bahasa yang universal, tapi jatuh cinta adalah sikap objektif dan rasional dari sebuah perasaan yang paling dalam dari hati kita. Tiba-tiba saya dikejutkan dengan bunyi sebuah sms yang masuk kedalam hand phone saya, tidak sabar dan penuh tanda tanya apa jawaban istri saya? Wao sebuah jawaban yang romantic, sangat romatis dan bahkan lebih romantic,  jawabannya begini,” Papa aku mencintaimu, cintaku lebih tinggi dari langit dan cintaku lebih dalam dari lautan bahkan cintaku lebih luas dari samudera,” rasa-rasanya aku mau terbang tinggi seperti burung rajawali. Pernahkan kita mendengar dua insan yang lagi mabuk  cinta atau  saling jatuh cinta? Apa yang anda dengar tentang orang yang lagi jatuh cinta?

 Pasti kita sering mendengar sebuah ungkapan yang bunyinya seperti ini, ” Orang yang jatuh cinta, tahi kambing pun rasanya coklat.” Pernahkan anda mengalaminya?  Saya pernah mengalaminya? Sst, jangan salah persepsi dulu, saya pernah jatuh cinta dan terus  jatuh cinta dan makin cinta kepada istri saya tapi  untuk makan tahi kambing rasanya seperti rasa coklat, saya belum pernah dan tidak akan memakannya.Sebab ini hanya sebuah analogi dari kehidupan pribadiku, menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa cinta adalah sebuah ungkapan universal tetapi magna jatuh cinta, mempunyai nuansa hubungan yang mendalam. Pernahkan anda mendengar bahwa Aku Jatuh cinta kepada Tuhan Yesus? Bagaimana ekspresi anda ketika anda jatuh cinta kepada  Tuhan Yesus? Aku mau melayaninya sebagai wujud cintaku padaNya, aku mau rajin ke gereja, aku mau pikul salibNya setiap hari? Pernahkah anda mendalami perasaan kekasih anda? Mengetahui isi hatinya? Masmur 25 ayat 14 mengatakan,” TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.” Anda bisa mendalami Perasaan-perasaan Tuhan, bahkan RahasiaNya? Lho, kok bisa yah? Bisa dong, anda mau tahu caranya?  Caranya ANDA HARUS JATUH CINTA dengan Tuhan.


Sebuah Refleksi “Jatuh cinta adalah sikap objektif dan rasional dari sebuah perasaan yang paling dalam dari hati kita.”

0 komentar:

Posting Komentar