Kamis, 27 Februari 2014

ORANG ABORU JADI PENULIS



ORANG ABORU JADI PENULIS
By.P.Saiya
Ketika saya kuliah di yogyakarta, ada suatu kebiasan saya adalah saya suka membaca buku di toko buku gramedia dan kesukaan membaca itu saya lakukan setiap hari sabtu atau hari lain. Semua jenis buku, saya lahap..ets maksudnya, bukunya di baca, memang tidak habis satu gedung sih, tetapi paling tidak, buku tentang politik, buku budaya, buku rohani, humor dan jenis buku lainnya. Dari rak ke rak buku, anehnya saya tidak menemukan  satu pun  nama dan fam penulis buku yang asalnya dari kampung saya yakni aboru. Wao dasyat, kok dasyat? ia dong karena tidak ada orang aboru satupun yang jadi penulis buku. Tiba-tiba saya terbawa dalam suatu imajinasi tingkat tinggi bahwa suatu hari nanti buku saya terpampang nyata (itu lho perkataan Sharini di IMB) saya akan melihat di salah satu rak buku di ambon.   Kemudian saya jadi ingat perkataan T.R. Glover seorang sejarawan pernah berkata,” sejarah dibuat oleh imajinasi – tidak ada seorang pun yang menciptakan sesuatu sampai imajinasinya tersentuh, dan sampai ia menyentuh imajinasi teman-temannya.” Semua orang pada umumnya mempunyai imajinasi, Martin Luther King pun dalam satu anavoranya ( perkataan pengulangan)  mengatakan,” I have a Dream.” Dan imajinasi pun menjadi sebuah kenyataan,  begini bro judul yang trend waktu itu   atau Breaking Newsnya acara TV adalah ”Barak obama jadi Presiden Amerika” dengan keturunan Afrika – Amerika. Muncul sebuah ide gila mirip perkataan Tom Peters,” Zaman edan membutuhkan Manajemen Edan.” Seperti judul tulisan di atas,” orang aboru jadi penulis.” Apakah hal ini bisa terjadi? Ini gila!! Tidak mungkin? Hahaha saya akan tertawa dengan tertawa alah orang aboru sambil  menjawab tantangan tersebut,  pasti  bisa bro. Nyong teruskan impianmu, imajinasimu dan karyamu. 

            Tidak seorangpun di muka bumi ini yang bisa melarang anda untuk berimajinasi, kita akan menjadi seperti yang kita pikirkan. Dan suatu hari nanti saya  melihat buku saya akan terpampang nyata di toko-toko buku yang ada di ambon. Dan perkataan pertama akan keluar dari mulut-mulut orang ambon, hei mari  lihat kesini ada buku yang sangat bagus judulnya ”Nyong Ambon punya Carita”. 

            Saya hanya ingin merubah sebuah stigma aneh aja bahwa sesunggunya anda dan saya pun bisa menjadi apa saja yang kita inginkan, asalkan jangan jadi pemabuk, tukang main perempuan dengan gelar play boy cap kodok yang seanaknya suka loncat sana loncat sini. Dari pada tidak jelas bung  lebih baik  bisa berkarya apa saja untuk menghasilkan karya untuk dunia kita. 

            Kembali lagi dengan judul diatas  ”Orang Aboru jadi penulis”  saya sangat merindukan hal ini akan terjadi. Saya merindukan orang memiliki sebuah harapan akan masa depan yang cerah dan dinamis. Saya merindukan muncul para penulis muda yang bersinar dari Ambon. Setiap orang punya cerita dan masa depan masing-masing. Jangan hanya nongkrong, main judi dan cerita orang punya kebusukan lebih baik ciptakan sebuah sejarah baru untuk anak-anak Ambon. 

            Orang Aboru jadi penulis, adalah sebuah dedikasi untuk menjadi lebih baik bagi kampungku bahkan juga untuk anak-anak Ambon – Maluku.  Pikirkan kembali Imajinasimu. 

Sebuah refleksi ”Tidak seorangpun di muka bumi ini yang bisa melarang anda untuk berimajinasi”

0 komentar:

Posting Komentar